KALIMANTANLIVE.COM – Puasa bukan berarti makan lebih sedikit tanpa perhitungan, terutama bagi penderita diabetes. Mengurangi asupan secara sembarangan justru bisa membuat gula darah tidak stabil dan berisiko bagi kesehatan.
Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Alergi-Imunologi RSU Hasanah Graha Afiah Depok, dr. Bramantya Wicaksana, Sp.PD, K-AI, menegaskan bahwa kunci utama puasa aman bagi pasien diabetes adalah pengaturan porsi makan sesuai kebutuhan kalori harian.
# Baca Juga :Indonesia Segera Punya Kapal Induk! 100 Prajurit TNI AL Dikirim ke Italia Latihan Awak Giuseppe Garibaldi
# Baca Juga :Kabur Bawa Brankas Usai Bunuh Penjaga BRI Link, Pelaku Ditangkap di Sulawesi Utara
# Baca Juga :Diduga Dipicu Petasan, Kebakaran Hebat di Paser Hanguskan 34 Rumah, Kerugian Tembus Rp 9,6 Miliar
# Baca Juga :Eliano Reijnders Cetak Assist, Tijjani Ikut Sorotan Usai Persib Hajar Madura United 5-0
“Syarat puasa bagi orang dengan diabetes adalah mengetahui porsi makan. Mereka tetap perlu memenuhi kebutuhan kalori harian dan kemudian menerjemahkannya dalam makanan,” ujar dr. Bramantya, Kamis (12/2/2026).
Ketahui Kebutuhan Kalori Harian
Langkah pertama yang wajib dilakukan adalah menghitung kebutuhan kalori masing-masing individu. Besarannya berbeda-beda, tergantung berat badan, tingkat aktivitas, usia, serta kondisi medis.
Setelah mengetahui total kebutuhan kalori harian, pasien dapat membaginya ke dalam dua waktu utama makan, yakni sahur dan berbuka. Strategi ini membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil selama berpuasa.
Jangan Kurangi Porsi Secara Drastis
Masih banyak penderita diabetes yang mengira bahwa makan lebih sedikit akan otomatis membuat gula darah lebih terkontrol. Padahal, pengurangan porsi secara drastis justru dapat memicu hipoglikemia atau gula darah terlalu rendah, terutama bagi pasien yang menggunakan obat antidiabetes atau insulin.
Keseimbangan menjadi kunci. Asupan tidak boleh berlebihan, tetapi juga tidak boleh kurang dari kebutuhan tubuh.
Ubah Kalori Jadi Menu Sehat
Mengetahui angka kebutuhan kalori saja tidak cukup. Pasien harus mampu menerjemahkannya ke dalam pilihan makanan yang tepat.
Menu sahur sebaiknya mengandung karbohidrat kompleks, protein, serat, serta lemak sehat agar energi bertahan lebih lama. Sementara saat berbuka, hindari konsumsi gula berlebihan yang bisa memicu lonjakan gula darah secara tiba-tiba.
Perencanaan menu yang tepat membantu mencegah fluktuasi gula darah ekstrem selama puasa.










