KALIMANTANLIVE.COM – Perang Iran vs Israel – Amerika meluas. Iran mulai melakukan serangan balasan setelah Israel dan Amerika Serikat (AS) secara terang-terangan melakukan penyerangan terhadap di Taheran dan sejumlah tempat di Iran pada Sabtu (28/2/2026) pagi, waktu setempat.
Serangan balasan Iran menyasar sejumlah sasaran di Israel dan pangkalan militer AS di sejumlah negara Timur Tengah, seperti Yordania, Bahrain, Qatar, Kuwait dan Uni Emirat Arab (UEA).
Laporan Al-Jazeera yang dilansir dari IDN Time, menyebut, pascaserangan tersebut, ledakan juga terjadi di wilayah negara lain yakni Qatar, Bahrain, dan Kuwait. Bahrain telah mengonfirmasi bahwa markas besar Armada ke-5 Angkatan Laut AS telah menjadi sasaran serangan rudal.
BACA JUGA: BREAKING NEWS: Perang Iran vs Israel-AS Pecah, Ali Khamenei dan Presiden Pezeskian Selamat
Selain itu, sebuah ledakan keras juga terjadi di ibu kota Uni Emirat Arab, Abu Dhabi. Ledakan serupa juga disebut terjadi di Manama, Bahrain. Kini ketiga negara tersebut telah menutup wilayah udaranya.
🇧🇭🇺🇸 Sukses dalam perang Ukraina, Drone Kamikaze Shahed-136 Iran kembali mengulang kesuksesannya dalam menggancurkan instalasi radar di Pangkalan Pendukung Angkatan Laut AS di Bahrain. pic.twitter.com/cvL6MG0wc2
— Z Operation (@yo2thok) February 28, 2026
Sebelumnya, disebutkan serangan Israel di Taheran yang bertujuan untuk membunuh Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian, pada pukul 13.00 WIB gagal total.
Khamenei dan Pezeshkian selamat karena dikabarkan tidak berada di lokasi yang jadi sasaran rudal Israel dan AS.
Dikabarkan, Ali Khamenei lansung memimpin serangan balasan Iran ke sasaran di Israel dan sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di Timur Tengah.
Berdasarkan sejumlah informasi di X, Iran telah melakukan serangan balasan ke Israel dan sejumlah pangkalan militer AS di Timur Tengah yakni Uni Emirat Arab (UEA), Qatar, Yordania, Kuwait dan Bahrain.









