TEHERAN, KALIMANTANLIVE.COM – Korban jiwa dari pihak militer Amerika Serikat mulai berjatuhan dalam operasi gabungan bersama Israel ke Iran.
Pentagon mengonfirmasi tiga anggota militer AS tewas dan lima lainnya mengalami luka parah dalam rangkaian serangan yang berlangsung Minggu (1/3/2026).
# Baca Juga :Emas Dunia Melejit 1 Persen Lebih Usai Serangan AS–Israel ke Iran, Sinyal Ketidakpastian Global Kian Menguat
# Baca Juga :Iran Diserang Israel & Amerika! Prancis–Jerman–Inggris Siap Ikut Campur, Timur Tengah di Ambang Perang Besar
# Baca Juga :Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khemenei Gugur, Iran Umumkan 40 Hari Berkabung Nasional
# Baca Juga :Perang Iran vs Israel-AS, Iran Serang Balik Tel Aviv dan Sejumlah Pangkalan Militer AS di Timur Tengah
Ada Korban Gegar Otak dan Luka Pecahan
Melalui pernyataan resmi yang diunggah Komando Pusat AS atau United States Central Command, disebutkan sejumlah personel lain mengalami luka ringan akibat pecahan proyektil serta gegar otak.
“Beberapa lainnya mengalami luka ringan akibat pecahan peluru dan gegar otak—dan sedang dalam proses untuk kembali bertugas. Operasi tempur utama terus berlanjut dan upaya respons kami sedang berlangsung,” demikian pernyataan Centcom yang dikutip dari Time.
Centcom menambahkan situasi di lapangan masih dinamis. Identitas prajurit yang gugur belum diumumkan demi menghormati keluarga hingga pemberitahuan resmi diberikan.
Serangan Balasan Iran Meluas
Pengumuman dari Pentagon muncul di tengah serangan balasan Iran terhadap sejumlah pangkalan militer AS di Timur Tengah dalam 48 jam terakhir.
Sementara itu, media pemerintah Iran mengutip laporan Bulan Sabit Merah yang menyebut sedikitnya 201 orang tewas dan lebih dari 700 lainnya luka-luka akibat pemboman AS dan Israel di berbagai wilayah Iran.
Serangan pembuka dalam kampanye militer ini juga dilaporkan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, yang memimpin negara tersebut selama lebih dari tiga dekade.









