Proyeksi menunjukkan angka ini masih akan terus meningkat dan diperkirakan menyentuh US$ 39 triliun pada 12 April 2026. Tren ini memicu kekhawatiran tentang keberlanjutan fiskal, defisit anggaran, serta dampaknya terhadap stabilitas ekonomi global.
Lonjakan utang dalam skala besar tersebut juga menjadi sorotan pasar internasional, mengingat posisi Amerika Serikat sebagai ekonomi terbesar dunia yang sangat memengaruhi sistem keuangan global.
(kalimantanlive.com/sumber lainnya)
editor : TRI







