JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Utang nasional Amerika Serikat kembali mencetak rekor baru. Berdasarkan data terbaru dari U.S. Congress Joint Economic Committee, total utang Negeri Paman Sam per 4 Februari 2026 telah mencapai US$ 38,56 triliun atau setara sekitar Rp 648,47 kuadriliun (asumsi kurs Rp 16.817 per dolar AS).
Angka tersebut melonjak US$ 2,35 triliun atau sekitar Rp 39.557 triliun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Jika ditarik dalam lima tahun terakhir, lonjakan utang bahkan menembus US$ 10,70 triliun atau sekitar Rp 180,11 kuadriliun.
#baca juga:KEMBALI MAIN FILM! Olla Ramlan Main di Serial Walid, Ingin Jadi Istri Satu-Satunya!
#baca juga:Jebolan Indonesian Idol Piche Kota Ditangkap, Kini Dirawat Intensif di RS dalam Status Tersangka
Dalam laporan resminya disebutkan bahwa kenaikan tahunan utang bruto mencapai US$ 2,35 triliun. Sementara dibandingkan lima tahun lalu, total utang meningkat lebih dari US$ 10 triliun, mencerminkan tekanan fiskal yang semakin berat.
Naik Rp 108 Triliun per Hari
Secara rata-rata, utang AS bertambah sekitar US$ 6,43 miliar atau setara Rp 108,25 triliun setiap hari sepanjang setahun terakhir. Jika dihitung per jam, kenaikannya mencapai US$ 267,76 juta atau sekitar Rp 4,50 triliun.
Beban tersebut setara dengan US$ 113.354 per individu atau sekitar US$ 286.108 per rumah tangga. Dalam setahun, kenaikan utang per orang tercatat mencapai US$ 6.894.
Rincian Struktur Utang
Dari total US$ 38,56 triliun, sebanyak US$ 30,96 triliun merupakan utang yang dimiliki publik. Sementara itu, utang antar-lembaga pemerintah tercatat sebesar US$ 7,61 triliun.








