KALIMANTANLIVE.COM – Sahur menjadi momen penting sebelum menjalani puasa. Namun, kebiasaan kembali tidur tepat setelah makan ternyata bisa berdampak kurang baik bagi kesehatan, terutama sistem pencernaan.
Spesialis penyakit dalam, Aru Ariadno, SpPD-KGEH, menjelaskan bahwa tubuh memerlukan waktu untuk mencerna makanan secara optimal. Jika seseorang langsung berbaring atau tidur setelah sahur, risiko naiknya asam lambung ke kerongkongan akan meningkat.
# Baca Juga :Jet Rp1,3 Triliun Cristiano Ronaldo Mendarat di Madrid, Isu “Ngungsi” Takut Perang Iran vs Israel?
# Baca Juga :Jelang Final Four Proliga 2026, Megawati Blak-blakan Soal Evaluasi JPE: Semua Lini Harus Berbenah!
# Baca Juga :TEGAS! THR Idul Fitri 2026 Wajib Cair Paling Lambat H-7, Menaker: Tidak Boleh Dicicil
# Baca Juga :DRAMA MENIT AKHIR! Liverpool Keok 1-2 di Markas Wolves, Fans MU Langsung “Pesta” di Medsos
Kondisi ini dapat memicu gangguan seperti Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) atau penyakit asam lambung. Gejalanya bisa berupa rasa panas di dada (heartburn), mual, hingga rasa asam di mulut.
Kenapa Tidur Setelah Sahur Berisiko?
Saat tubuh dalam posisi berbaring, gravitasi tidak lagi membantu menahan isi lambung tetap berada di bawah. Akibatnya, asam lambung lebih mudah naik ke kerongkongan, terutama jika perut dalam kondisi penuh.
Karena itu, dr. Aru menyarankan untuk memberi jeda minimal dua jam sebelum kembali tidur.
Ia menyebutkan, setelah sahur sebaiknya melakukan aktivitas ringan seperti berjalan kaki ke masjid, salat, atau membaca Al-Qur’an. Aktivitas tersebut membantu proses pencernaan sekaligus mencegah refluks asam lambung.
Jika sahur dilakukan sekitar pukul 04.00–05.00, maka waktu tidur kembali yang lebih aman adalah sekitar pukul 07.00 pagi.
Atur Pola Tidur Agar Puasa Tetap Optimal
Mengatur waktu istirahat selama Ramadan memang menjadi tantangan tersendiri. Namun, pola tidur yang tepat justru dapat mendukung kelancaran ibadah puasa dan menjaga kondisi tubuh tetap prima.
Selain tidak langsung tidur setelah makan, dianjurkan juga untuk:
Menghindari makanan terlalu pedas, asam, atau berlemak saat sahur.







