ALERT IKLIM 2026! BMKG Prediksi Musim Kemarau Datang Lebih Cepat, Lebih Kering, dan Lebih Panjang

JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Masyarakat di berbagai daerah diminta bersiap menghadapi musim kemarau 2026 yang diprediksi lebih ekstrem dari biasanya. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan kemarau tahun ini akan datang lebih awal, berlangsung lebih lama, dan memiliki curah hujan di bawah normal.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan bahwa lembaganya secara rutin merilis informasi iklim guna mendukung sektor pertanian, sumber daya air, energi, hingga kebencanaan. Produk tersebut mencakup prediksi hujan bulanan, buletin iklim, hingga prakiraan musim hujan dan kemarau.

# Baca Juga :Kapal Perang Iran IRIS Dena Ditenggelamkan Torpedo AS, 148 Pelaut Dilaporkan Hilang di Samudra Hindia

# Baca Juga :DRAMA 10 PEMAIN DI ST JAMES’ PARK! Newcastle Hajar Man United 2-1, Kekalahan Perdana Era Michael Carrick

# Baca Juga :UPDATE HARGA EMAS PEGADAIAN 5 Maret 2026: Galeri 24 dan UBS Kompak Stabil, Simak Rincian Lengkapnya!

# Baca Juga :TEMUAN MENGEJUTKAN! Penelitian Ungkap Mikroplastik Terdeteksi dalam Buah dan Sayuran, Apel Disebut Paling Tinggi

Awal Kemarau Lebih Cepat

Sebagian besar wilayah Indonesia diperkirakan mulai memasuki musim kemarau pada periode April hingga Juni 2026.

April 2026: 114 zona musim (16,3 persen) mulai kemarau.

Mei 2026: 184 zona musim (26,3 persen) menyusul.

Juni 2026: 163 zona musim (23,3 persen) memasuki kemarau.

Secara umum, kemarau akan dimulai dari wilayah Nusa Tenggara, lalu bergerak bertahap ke arah barat hingga mencakup wilayah lainnya.

Jika dibandingkan rata-rata klimatologis periode 1991–2020, sebanyak 325 zona musim (46,5 persen) diprediksi mengalami awal kemarau lebih maju dari normal. Sementara 173 zona musim (23,7 persen) diperkirakan relatif sama dengan pola biasanya.

Lebih Kering dari Rata-Rata

Tak hanya lebih cepat, kemarau 2026 juga diperkirakan lebih kering. BMKG mencatat 451 zona musim atau sekitar 46,5 persen wilayah akan mengalami akumulasi curah hujan kategori bawah normal selama periode kemarau.

Artinya, potensi kekeringan, berkurangnya debit air, hingga risiko kebakaran hutan dan lahan perlu diantisipasi lebih dini.

Puncak Kemarau Agustus 2026

Sebagian besar wilayah diprediksi mencapai puncak kemarau pada Agustus 2026. Tercatat 429 zona musim (61,4 persen) akan mengalami puncak pada bulan tersebut.

Dari jumlah itu, 410 zona musim (58,7 persen) diperkirakan mengalami puncak lebih awal dari biasanya, sedangkan 142 zona musim (20,3 persen) relatif sesuai rata-rata klimatologis.