Bahlil Pastikan Pasokan Batubara untuk PLN Aman, Pemerintah Tata Ulang RKAB

JAKARTA, Kalimantanlive.com – Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah melakukan penataan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) sektor batubara agar selaras dengan kebutuhan pasar serta menjaga stabilitas harga.

Di tengah proses tersebut, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan ketersediaan pasokan batubara untuk pembangkit listrik milik PT PLN (Persero) tetap aman dan terjaga.

BACA JUGA:
Kapal Perang Iran IRIS Dena Ditenggelamkan Torpedo AS, 148 Pelaut Dilaporkan Hilang di Samudra Hindia

BACA JUGA:
Krisis Selat Hormuz! Dua Kapal Tertahan, Ini Strategi Pertamina Jaga Pasokan BBM Nasional

Penataan RKAB dilakukan untuk menyesuaikan rencana produksi dengan kebutuhan pasar, baik domestik maupun global.

Langkah ini diharapkan mampu menciptakan keseimbangan antara volume produksi dan nilai ekonomi yang diperoleh pelaku usaha, sekaligus tetap memperhatikan aspek keberlanjutan dan kelestarian lingkungan.

“RKAB untuk batubara dan nikel memang sedang kita tata dan lakukan penyesuaian. Kenapa kita tata? Karena kita harus menghitung betul antara supply dan demand. Idealnya batubara kita diproduksi dalam volume besar, tetapi harganya juga harus bagus,” ujar Bahlil saat menyampaikan keterangan pers di Jakarta, Selasa (3/3).

Bahlil menjelaskan, Indonesia saat ini memproduksi sekitar 43 persen dari kebutuhan batubara dunia yang diperkirakan mencapai 1,3 miliar ton.

Dari jumlah tersebut, Indonesia menyuplai sekitar 500 hingga 550 juta ton ke pasar global. Namun, meski produksi besar, harga batubara di pasar internasional justru mengalami penurunan.

Menurutnya, kondisi tersebut terjadi karena harga batubara ditentukan oleh mekanisme pasar global, bukan sepenuhnya oleh produsen domestik.

“Kita menyuplai kurang lebih sekitar 500 sampai 550 juta ton. Tapi apa yang terjadi? Harganya bukan kita yang mengendalikan, melainkan pasar luar. Idealnya kalau supply dan demand seimbang, harganya bagus. Tapi ketika supply besar sementara demand sedikit, maka harga menjadi turun,” jelasnya.