JAKARTA, Kalimantanlive.com — Film “Bumi Manusia” karya Pramoedya Ananta Toer akan hadir dalam versi extended bertajuk “Bumi Manusia Extended”, menampilkan kisah Minke, Annelies, dan Nyai Ontosoroh secara lebih utuh dan mendalam.
Digarap oleh sutradara Hanung Bramantyo, versi extended ini akan tayang dalam format enam bagian, memungkinkan penonton menyaksikan detail relasi, pergulatan identitas, dan ketegangan kolonialisme yang sebelumnya harus dipadatkan dalam versi reguler.
BACA JUGA: Warner Bros Kembangkan Film “Game of Thrones”, Aegon I Jadi Fokus Cerita
“Sejak awal saya menyadari bahwa Bumi Manusia adalah semesta besar. Dalam versi extended ini, kami bisa menghadirkan detail-detail relasi, pergulatan identitas, serta ketegangan kolonialisme yang sebelumnya harus dipadatkan. Ini bukan sekadar tambahan durasi, tetapi pendalaman rasa,” ujar Hanung Bramantyo.
Dalam versi extended, adegan-adegan yang sebelumnya tak sempat tersampaikan kini menemukan ruangnya. Dialog menjadi lebih mendalam, emosi lebih terasa, dan lapisan sosial-politik yang menjadi ruh karya Pramoedya hadir lebih kaya. Film ini memberikan napas baru pada narasi klasik yang telah dikenal luas.
Perwakilan keluarga Pramoedya, Astuti Ananta Toer, menyambut baik hadirnya versi extended sebagai jembatan baru antar generasi.
“Keluarga melihat ini sebagai upaya menjaga nyala karya Bapak agar tetap relevan dan menjangkau generasi muda. Semoga melalui format serial ini, semakin banyak yang membaca kembali novelnya dan memahami gagasan besar tentang kemanusiaan, keadilan, dan harga diri,” ujar dia.
“Bumi Manusia Extended” diproduksi oleh Falcon Pictures dan tersedia secara eksklusif di platform OTT KlikFilm, tayang secara bertahap dua kali seminggu, setiap Senin dan Kamis. Episode perdana dirilis pada Kamis, 5 Maret 2026, menjelang libur Lebaran 2026.
Direktur KlikFilm, Frederica, menyampaikan bahwa perilisan versi extended ini merupakan bentuk komitmen menghadirkan karya berkualitas bagi penonton Indonesia.







