Kapal Perang Iran IRIS Dena Ditenggelamkan Torpedo AS, 148 Pelaut Dilaporkan Hilang di Samudra Hindia

KOLOMBO, KALIMANTANLIVE.COM – Sebuah fregat milik Iran, IRIS Dena, dilaporkan tenggelam di Samudra Hindia setelah dihantam torpedo kapal selam Amerika Serikat pada Rabu (4/3/2026). Insiden ini memicu ketegangan global di tengah konflik terbuka antara Washington dan Teheran.

Informasi serangan disampaikan Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hegseth. Ia menyebut operasi tersebut sebagai bukti jangkauan militer global negaranya dalam perang melawan Iran.

# Baca Juga :Sidang Kasus Korupsi Dana Hibah di Balangan, Giliran Terdakwa Memberikan Keterangan

# Baca Juga :Ali Larijani: Iran Siap Hadapi Perang Panjang dengan AS dan Israel

# Baca Juga :Jet Rp1,3 Triliun Cristiano Ronaldo Mendarat di Madrid, Isu “Ngungsi” Takut Perang Iran vs Israel?

# Baca Juga :AS Klaim Hancurkan Semua Kapal Iran di Teluk Oman

“Sebuah kapal selam Amerika menargetkan dan menenggelamkan kapal perang Iran di perairan internasional,” ujarnya kepada wartawan. Ia menggambarkan serangan itu sebagai operasi senyap dan menegaskan tekad negaranya untuk memenangkan konflik.

Menurut keterangan resmi Pentagon, salah satu tujuan utama operasi militer bersama AS-Israel adalah melemahkan kekuatan angkatan laut Iran.

148 Pelaut Masih Hilang

Otoritas Sri Lanka menyatakan 32 awak kapal berhasil diselamatkan, sementara 148 lainnya masih hilang. Peluang menemukan korban selamat dinilai semakin kecil seiring waktu.

Menteri Luar Negeri Sri Lanka, Vijitha Herath, mengatakan kapal tersebut mengirim sinyal darurat saat fajar. Kurang dari satu jam kemudian, tim penyelamat tiba sekitar 40 kilometer selatan pelabuhan Galle. Namun, kapal sudah tenggelam sepenuhnya dan hanya menyisakan tumpahan minyak di permukaan laut.

Dua kapal angkatan laut dan satu pesawat dikerahkan untuk melakukan pencarian. Sejumlah jenazah dilaporkan telah ditemukan dari lokasi kejadian.

Juru bicara Angkatan Laut Sri Lanka, Buddhika Sampath, menegaskan operasi dilakukan sesuai kewajiban maritim internasional dalam wilayah pencarian dan penyelamatan negaranya di Samudra Hindia.