“Balangan berhasil menurunkan kemiskinan sebesar 1,43 poin atau rata-rata 0,36 per tahun. Ini menunjukkan tren yang positif dan konsisten. Namun jika dibandingkan dengan daerah lain, penurunan kemiskinan kita lebih lambat,” jelas Rakhmadi.
Menanggapi hal tersebut, Plt Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Balangan, Hj Ernawati, menekankan pentingnya integrasi program melalui satu basis data, yakni Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
BACA JUGA: Adaro dan Pemkab Balangan Jaring Inovasi Baru dari Pelaku UMKM
“Jadi akan kita rapikan di tahun 2026 ini, mudah-mudahan dengan satu data itu, tidak ada lagi bantuan yang tidak tepat sasaran,” jelasnya.
Ia juga meminta pemerintah desa untuk turut melakukan validasi data kemiskinan di wilayah masing-masing dengan berkoordinasi bersama SKPD terkait.
“Karena kepala desa yang tahu secara pasti warganya itu masuk dalam kategori miskin atau tidak, dan tentunya didampingi dengan stakeholder terkait,” tutupnya.
Kalimantanlive.com/Kamil










