MADRID, Kalimantanlive.com – Pemerintah Spanyol menunjukkan sikap tegas menolak tekanan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, terkait penggunaan pangkalan militer negara itu untuk serangan ke Iran. Pernyataan ini sekaligus menegaskan komitmen Madrid untuk menjaga prinsip dan kedaulatan nasionalnya.
Perdana Menteri Pedro Sanchez menekankan bahwa negaranya tidak akan terlibat dalam langkah yang berisiko menjerumuskan dunia dalam konflik.
“Spanyol tidak akan ikut serta dalam hal yang merugikan dunia hanya demi menghindari tekanan pihak lain,” ujar Sanchez dalam pidato yang disiarkan televisi nasional.
Ketegangan antara Madrid dan Washington muncul setelah Trump meminta Spanyol memanfaatkan pangkalan militernya sebagai basis operasi militer terhadap Iran.
Penolakan Spanyol memicu kemarahan Trump, yang kemudian mengancam akan menghentikan seluruh hubungan perdagangan dengan negara tersebut.
Wakil Perdana Menteri Maria Jesus Montero menegaskan posisi pemerintah. “Kami tidak akan menjadi bawahan siapapun. Ancaman tidak akan memengaruhi prinsip-prinsip kami,” kata Montero, memperkuat sikap tegas pemerintah Spanyol.
Sebelumnya, Trump secara terbuka menyatakan opsi penghentian perdagangan dengan Spanyol bisa dilakukan segera, meski tanpa menyebut langkah konkret yang akan diambil. Pernyataan ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan pelaku usaha dan pasar internasional.
Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, mengatakan pemerintah memiliki dasar hukum untuk memberlakukan embargo terhadap produk Spanyol. Namun, Perwakilan Perdagangan AS, Jamieson Greer, belum memberikan kepastian terkait rencana tersebut, sehingga situasi diplomatik tetap belum stabil.







