Selain masalah pangkalan militer, ketegangan juga muncul karena Madrid menolak menaikkan anggaran pertahanan hingga 5 persen dari produk domestik bruto (PDB), berbeda dengan beberapa negara Eropa lainnya yang bersedia mengikuti tekanan AS.
Spanyol menegaskan bahwa keputusan ini bukan berarti menentang sekutu atau mengabaikan keamanan internasional, melainkan untuk menjaga keseimbangan antara kepentingan nasional dan tanggung jawab global. Sanchez menekankan bahwa kebijakan luar negeri Spanyol akan tetap independen dan berlandaskan prinsip diplomasi damai.
Sebagai anggota Uni Eropa, Spanyol memiliki posisi strategis dalam pasar tunggal yang memungkinkan pergerakan bebas barang di antara 27 negara anggota. Hal ini berpotensi mempersulit upaya AS untuk membatasi perdagangan hanya terhadap Madrid.
Situasi ini diperkirakan akan terus menjadi sorotan dunia internasional. Meski menghadapi tekanan dari Washington, Spanyol berkomitmen menjaga kedaulatan dan tetap menempatkan perdamaian global sebagai prioritas utama.
Sumber: Fajarharapan.id







