Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Turun 1,75 Persen, Pemprov Kalteng Tetap Siaga

PALANGKA RAYA, Kalimantanlive.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah tetap bersiaga menghadapi musim mudik Lebaran 2026 meski diprediksi jumlah pemudik mengalami penurunan sekitar 1,75 persen dibanding tahun 2025.

Hal ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Operasi Ketupat Telabang 2026 di Palangka Raya, Kamis (5/3/2026).

BACA JUGA: Pemprov Kalsel Percepat Usulan KEK Mekar Putih Agar Masuk Proyek Strategis Nasional

Rapat tersebut dipimpin oleh Pelaksana Tugas Sekda Kalteng sekaligus Kepala Bapperida Kalteng, Leonard S. Ampung, yang menekankan bahwa Idul Fitri bukan hanya momen ibadah, tetapi juga periode meningkatnya mobilitas masyarakat, baik untuk mudik maupun kunjungan ke tempat wisata di wilayah hukum Polda Kalteng.

“Beberapa minggu ke depan umat Islam akan menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Ini momentum pergerakan masyarakat, baik mudik maupun berwisata,” ujar Leonard.

Meski diperkirakan terjadi penurunan jumlah pemudik, Pemprov Kalteng tetap mengantisipasi lonjakan penumpang dan memastikan kesiapan seluruh sektor terkait.

Pertama, kesiapan infrastruktur jalan menjadi prioritas. Leonard menginstruksikan Dinas PUPR bersinergi dengan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) dan instansi terkait untuk memastikan jalur utama mudik, termasuk jalan lingkar dan titik rawan, aman dan layak dilalui.

Kedua, keamanan dan ketertiban menjadi fokus utama melalui sinergi dengan TNI dan Polri dalam Operasi Ketupat Telabang 2026, khususnya di terminal, pelabuhan, dan bandara.

Ketiga, ketersediaan bahan pokok dan BBM harus dijaga agar harga stabil dan pasokan mencukupi, sehingga masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan tenang.