“Untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan selama Ramadan dan Idulfitri, kami menyiagakan 345 armada kapal yang beroperasi dari Indonesia Timur hingga Barat. Armada ini menjadi tulang punggung distribusi BBM, LPG, crude oil, dan produk energi lainnya agar pasokan tetap aman dan tepat waktu,” ujar Arif.
Selain memperkuat jumlah armada, Pertamina Patra Niaga juga menyiapkan berbagai langkah mitigasi risiko operasional, termasuk mengantisipasi dinamika cuaca, pengaturan ulang rute pelayaran jika diperlukan, serta optimalisasi terminal bongkar muat guna mempercepat suplai tambahan di wilayah dengan kebutuhan tinggi.
Dalam pelaksanaannya, Pertamina Patra Niaga juga memperkuat koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, di antaranya Kementerian Perhubungan, otoritas pelabuhan, Kepolisian Republik Indonesia, serta instansi terkait lainnya untuk memastikan kelancaran distribusi energi selama periode Satgas Ramadan dan Idulfitri.
Arif menegaskan, kesiapsiagaan tersebut merupakan bagian dari komitmen Subholding Downstream Pertamina dalam menjaga ketahanan energi nasional.







