UPDATE PERANG TIMUR TENGAH Usai 4 Rudal Balistik Iran Hantam Kapal Induk AS USS Abraham Lincoln

JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah semakin memanas. Empat rudal balistik dilaporkan menghantam kapal induk milik Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln (CVN-72), dalam serangan yang diklaim dilakukan oleh Islamic Revolutionary Guard Corps atau Garda Revolusi Iran.

Serangan tersebut disebut sebagai aksi balasan dari Iran setelah operasi militer yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel sebelumnya. Operasi yang dinamakan Operation Epic Fury dilaporkan menewaskan sejumlah tokoh penting Iran, termasuk pemimpin tertinggi negara itu, Ali Khamenei.

# Baca Juga :Selat Hormuz Ditutup Imbas Perang AS–Israel vs Iran, Waka MPR Tegaskan RI Masih Punya Jalur Pasokan Migas

# Baca Juga :Iran Bantah Laporan Serangan Kelompok Kurdi di Perbatasan

# Baca Juga :Kapal Perang Iran IRIS Dena Ditenggelamkan Torpedo AS, 148 Pelaut Dilaporkan Hilang di Samudra Hindia

# Baca Juga :Sidang Kasus Korupsi Dana Hibah di Balangan, Giliran Terdakwa Memberikan Keterangan

Dalam pernyataan resmi yang dikutip media lokal dan dilaporkan oleh Al Jazeera pada Minggu (1/3/2026), Garda Revolusi Iran menyatakan bahwa kapal induk Amerika Serikat tersebut telah terkena empat rudal balistik.

“Kapal induk AS Abraham Lincoln dihantam oleh empat rudal balistik,” demikian pernyataan yang disampaikan pihak Garda Revolusi Iran.

Kapal Induk AS Beroperasi di Laut Arab

Diketahui, USS Abraham Lincoln telah beroperasi di kawasan Laut Arab sejak akhir Januari sebagai bagian dari peningkatan kehadiran militer Amerika Serikat di kawasan tersebut.

Namun hingga kini, pihak militer Amerika Serikat belum memberikan konfirmasi resmi terkait tingkat kerusakan kapal maupun kemungkinan adanya korban jiwa akibat serangan tersebut.

Serangan Balasan Iran Meluas

Ketegangan meningkat setelah serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada Sabtu (28/2). Operasi militer tersebut dilaporkan menewaskan sejumlah pejabat tinggi Iran serta ratusan warga sipil.

Sebagai respons, Iran melancarkan serangkaian serangan balasan pada Sabtu (28/2) dan Minggu (1/3). Selain menargetkan kapal induk Amerika di kawasan Laut Arab, serangan juga dilaporkan mengarah ke wilayah Riyadh dan beberapa provinsi di bagian timur Arab Saudi.

Situasi ini memicu kekhawatiran dunia terhadap potensi eskalasi konflik yang lebih luas di kawasan Timur Tengah, terutama karena melibatkan kekuatan militer besar dan jalur energi strategis global.

(kalimantanlive.com/berbagai sumber)

editor : TRI