JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Pelatih Pep Guardiola menghadapi tantangan besar dalam menjaga kebugaran skuad Manchester City di tengah jadwal pertandingan yang sangat padat pada Maret ini. The Citizens dijadwalkan menjalani lima pertandingan penting hanya dalam rentang dua pekan di berbagai kompetisi.
Padatnya agenda membuat Guardiola harus memutar otak untuk melakukan rotasi pemain agar timnya tidak kelelahan saat menghadapi rangkaian laga krusial.
#baca juga:DRAMATIS MENIT AKHIR! Gol Valverde Selamatkan Real Madrid, Celta Vigo Tumbang 1-2
#baca juga:BREAKING LIGUE 1! PSG Dipermalukan Monaco 1-3 di Parc des Princes, Pasukan Luis Enrique Tak Berdaya
Awal Jadwal Berat Dimulai dari Piala FA
Manchester City lebih dulu akan bertandang ke markas Newcastle United di St James’ Park pada Minggu (8/3/2026) dalam babak kelima FA Cup.
Namun laga tersebut hanyalah awal dari periode sibuk yang harus dijalani klub asal Manchester tersebut.
Tantangan Berat di Liga Champions
Empat hari setelah duel melawan Newcastle, City langsung terbang ke Spanyol untuk menghadapi Real Madrid pada leg pertama babak 16 besar UEFA Champions League di Santiago Bernabéu Stadium pada 12 Maret.
Tak lama setelah itu, mereka kembali fokus ke kompetisi domestik dengan menghadapi West Ham United dalam lanjutan Premier League pada 15 Maret.
City kemudian akan menjamu Real Madrid di leg kedua babak 16 besar Liga Champions pada 18 Maret sebelum menutup rangkaian laga berat tersebut dengan partai final EFL Cup menghadapi Arsenal pada 22 Maret.
Guardiola Siapkan Rotasi Pemain
Guardiola mengakui jadwal padat ini sangat melelahkan bagi timnya, terutama karena perjalanan jauh yang harus dilakukan dalam waktu singkat.
Menurut pelatih asal Spanyol tersebut, rotasi pemain menjadi kunci agar performa Manchester City tetap stabil di tengah jadwal yang sangat padat.
“Kami memainkan banyak pertandingan di bulan Maret dan harus melakukan perjalanan jauh, jadi kelelahan pasti menjadi faktor,” ujar Guardiola.







