JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Para ilmuwan menemukan bukti baru tentang peristiwa kosmik dahsyat yang terjadi sekitar 6,3 juta tahun lalu, ketika sebuah asteroid besar menghantam Bumi. Jejak tumbukan tersebut kini terungkap melalui fragmen kaca alami yang tersebar luas di wilayah Brasil.
Material kaca ini dikenal sebagai Tektit, yakni material yang terbentuk akibat tabrakan asteroid dengan energi sangat besar. Ketika benda langit menghantam permukaan Bumi, batuan di lokasi tumbukan langsung meleleh, terlontar ke atmosfer, lalu mendingin sebelum akhirnya jatuh kembali ke permukaan sebagai fragmen kaca alami.
#baca juga:DRAMATIS MENIT AKHIR! Gol Valverde Selamatkan Real Madrid, Celta Vigo Tumbang 1-2
#baca juga:BREAKING LIGUE 1! PSG Dipermalukan Monaco 1-3 di Parc des Princes, Pasukan Luis Enrique Tak Berdaya
Tektit Baru Diberi Nama “Geraisites”
Dalam penelitian terbaru, para ilmuwan menemukan jenis tektit baru yang dinamakan Geraisites. Nama ini diambil dari wilayah Minas Gerais di Brasil, tempat fragmen tersebut pertama kali ditemukan.
Penelitian ini dipimpin oleh Álvaro Penteado Crósta, profesor geologi dari State University of Campinas atau UNICAMP. Ia menjelaskan bahwa fragmen kaca tersebut ternyata tersebar jauh lebih luas daripada perkiraan awal para peneliti.
Awalnya, geraisites hanya ditemukan di tiga lokasi di Minas Gerais. Namun penelitian lanjutan menunjukkan fragmen serupa juga ditemukan di wilayah lain seperti Bahia dan Piauí. Dengan temuan ini, area sebarannya kini diperkirakan mencapai lebih dari 900 kilometer.
Menurut Crósta, luasnya area sebaran tersebut sejalan dengan pola yang ditemukan pada lapangan tektit di berbagai belahan dunia.
Bentuk Unik Seperti Tetesan Cair
Secara fisik, geraisites tampak seperti kaca hitam buram. Namun ketika terkena cahaya kuat, material tersebut terlihat transparan dengan warna hijau keabu-abuan.
Bentuknya juga sangat beragam, mulai dari bulat, lonjong, hingga menyerupai tetesan cairan. Bentuk-bentuk unik ini terbentuk saat batuan yang meleleh terlontar ke atmosfer dengan kecepatan tinggi, kemudian berputar di udara sebelum mendingin dan membeku.
Akibat proses tersebut, tektit memiliki bentuk aerodinamis yang khas.
Pada permukaan fragmen juga ditemukan rongga-rongga kecil. Rongga tersebut terbentuk ketika gas keluar dari material cair yang mendingin sangat cepat di atmosfer.
Kawah Asteroid Masih Misterius
Analisis laboratorium menunjukkan bahwa geraisites memiliki kandungan silika yang sangat tinggi dan kadar air yang sangat rendah. Komposisi ini menjadi ciri khas material yang terbentuk akibat tumbukan asteroid berenergi besar.
Meski bukti tabrakan asteroid sangat kuat, para ilmuwan hingga kini belum menemukan kawah tumbukan yang menjadi sumber terbentuknya geraisites. Fenomena ini sebenarnya tidak jarang terjadi karena beberapa lapangan tektit di dunia juga belum diketahui kawah asalnya.
Para peneliti menduga sumber tumbukan kemungkinan berada di wilayah Kraton São Francisco, salah satu bagian kerak benua tertua di Amerika Selatan.
Analisis isotop pada sampel tektit menunjukkan bahwa batuan sumbernya kemungkinan berasal dari granit benua yang sangat tua, sehingga mempersempit wilayah pencarian lokasi tumbukan.







