JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah memanas setelah konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran meluas dan menyeret sedikitnya 12 negara di kawasan tersebut. Eskalasi ini memicu kekhawatiran global karena berpotensi mengguncang stabilitas keamanan dan ekonomi dunia.
Konflik terbaru ini bermula dari operasi militer gabungan yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari 2026. Serangan tersebut diduga menargetkan sejumlah fasilitas strategis Iran yang berkaitan dengan pengembangan program nuklir.
#baca juga:FAKTA PASAR OTOMOTIF! Mobil Bekas China Sulit Saingi Jepang di Indonesia, Ini Penyebab Utamanya
#baca juga:APBN Februari 2026 Defisit Rp135,7 Triliun, Pemerintah Beberkan Penyebab dan Strateginya
Pemerintah Amerika Serikat menyebut operasi tersebut sebagai langkah untuk melumpuhkan kemampuan nuklir Iran sekaligus melindungi kepentingan Washington dan sekutunya di kawasan Timur Tengah.
Pernyataan itu juga disampaikan oleh Senator AS Ted Budd yang menegaskan bahwa operasi militer besar-besaran dilakukan untuk membatasi potensi ancaman dari program nuklir Iran.
Iran Balas dengan Serangan Rudal dan Drone
Tak lama setelah serangan tersebut, Iran melancarkan serangan balasan menggunakan rudal dan drone. Targetnya meliputi wilayah Israel serta sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat yang tersebar di Timur Tengah.
Serangan balasan ini membuat konflik cepat meluas dan meningkatkan eskalasi militer di berbagai negara di kawasan tersebut.
Daftar Negara yang Terdampak Konflik
Berdasarkan laporan yang dikutip dari media internasional seperti Al Jazeera dan data yang dirangkum oleh Databoks, konflik ini telah menjangkau sedikitnya 12 negara di Timur Tengah.
Serangan yang dilakukan AS dan Israel tercatat terjadi di beberapa wilayah seperti:
Iran
Irak
Lebanon
Sementara serangan balasan Iran dilaporkan menjangkau sejumlah negara lain, di antaranya:
Israel
Yordania
Irak
Kuwait
Bahrain
Qatar
Arab Saudi
Uni Emirat Arab
Oman
Bahkan sebuah drone Iran dilaporkan sempat menghantam landasan pacu pangkalan militer Inggris di wilayah Siprus.
Korban Jiwa Terus Bertambah
Konflik ini juga memicu korban jiwa dalam jumlah besar, terutama di Iran dan Lebanon. Laporan dari media internasional seperti People Magazine menyebutkan lebih dari 787 orang dilaporkan tewas di Iran.
Sementara kantor berita Tasnim News Agency melaporkan setidaknya 1.039 serangan telah tercatat di 153 kota di Iran.
Di Lebanon, data dari Kementerian Kesehatan setempat menyebutkan serangan militer menewaskan lebih dari 40 orang dan melukai sekitar 250 lainnya.
Di pihak lain, laporan USA Today menyebutkan lebih dari 10 orang tewas di Israel, sementara enam anggota militer Amerika Serikat dilaporkan meninggal dunia hingga awal Maret 2026.







