PBB Sebut 100 Ribu Warga Lebanon Mengungsi Akibat Serangan Israel

JAKARTA, Kalimantanlive.com – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melaporkan sekitar 100.000 warga di Lebanon terpaksa mengungsi akibat serangan militer yang dilakukan oleh Israel dalam beberapa hari terakhir.

Pejabat PBB menyebut jumlah pengungsi tersebut kemungkinan masih akan terus bertambah. Hal ini menyusul peringatan evakuasi besar-besaran yang dikeluarkan oleh militer Israel kepada warga di berbagai wilayah Lebanon.

BACA JUGA: PBB Desak Rafah Dibuka Tanpa Batas untuk Akhiri Krisis di Gaza

Koordinator Kemanusiaan PBB di Lebanon, Imran Riza, mengatakan situasi yang terjadi dalam dua hari terakhir tergolong belum pernah terjadi sebelumnya.

Menurutnya, skala peringatan evakuasi dan perintah meninggalkan wilayah tertentu oleh militer Israel memicu kepanikan di tengah masyarakat. Banyak warga berusaha meninggalkan rumah mereka untuk mencari tempat yang lebih aman.

Riza menjelaskan bahwa sekitar 100.000 orang saat ini menempati sekitar 477 tempat penampungan kolektif yang tersebar di berbagai wilayah Lebanon.

Ia juga menyebutkan bahwa sekitar 57 lokasi penampungan lainnya masih memiliki ruang tersisa. Namun, kapasitas tempat-tempat tersebut dengan cepat terisi seiring bertambahnya jumlah warga yang mengungsi.

Di sejumlah lokasi, lonjakan jumlah pengungsi terjadi dalam waktu sangat singkat. Sebagai contoh, salah satu penampungan di Beirut dilaporkan mengalami peningkatan jumlah keluarga dari 90 menjadi sekitar 150 hanya dalam satu hari.

Riza menggambarkan kondisi masyarakat yang dilanda kebingungan dan ketidakpastian. Banyak warga meninggalkan rumah tanpa tujuan yang jelas karena khawatir terhadap kemungkinan serangan lanjutan.