Menag Soroti Kualitas Pengeras Suara Masjid, Dinilai Pengaruhi Kekhusyukan Ibadah

SURABAYA, Kalimantanlive.com – Menteri Agama Nasaruddin Umar menyoroti kualitas pengeras suara di sejumlah masjid dan musala yang dinilai masih belum optimal.

Menurutnya, kualitas audio yang kurang baik dapat membuat bacaan imam saat salat atau kegiatan keagamaan tidak terdengar jelas oleh jamaah.

Hal tersebut disampaikan Nasaruddin saat berdiskusi dengan Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Bambang Pramujati di Gedung Rektorat ITS, Surabaya, Jumat (6/3/2026).

BACA JUGA:
Tanah Bumbu Rayakan HAB ke-80 Kemenag, Pemkab Tekankan Pentingnya Moderasi Beragama

BACA JUGA:
Wamenag: Sidang Isbat Bukan Sekadar Tetapkan Tanggal, Tapi Ruang Silaturahmi Nasional Ormas Islam

Menag mengatakan persoalan teknis seperti kualitas pengeras suara kerap luput dari perhatian, padahal memiliki pengaruh besar terhadap kenyamanan dan kekhusyukan ibadah.

“Kadang-kadang bacaan imam sebenarnya sangat bagus, tetapi karena kualitas speakernya kurang baik, suaranya tidak jernih. Akibatnya pesan atau makna dari bacaan itu tidak sampai dengan baik kepada jamaah,” ujar Nasaruddin.

Ia menilai perbaikan sistem audio di rumah ibadah dapat membantu jamaah lebih memahami dan menghayati bacaan salat maupun kegiatan keagamaan lainnya.

“Kalau suaranya jelas, orang bisa lebih menghayati. Itu hal sederhana, tetapi dampaknya besar bagi kualitas ibadah,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Rektor ITS Bambang Pramujati menyatakan kesiapan pihak kampus untuk berkontribusi melalui program pengabdian kepada masyarakat.