“Karena masalah kemiskinan dan stunting membutuhkan keterlibatan semua sektor. Jadi kolaborasi menjadi penting dalam erat kaitannya dengan mensukseskan kegiatan ini (penanggulangan kemiskinan dan stunting),” ujar Arianto.
Sementara itu, Bupati Tabalong H Muhammad Noor Rifani menyampaikan, bahwa pengentasan kemiskinan di Tabalong pada 2025 mengalami penurunan yang sangat signifikan.
“Pada 2025 memang, Tabalong mengalami penurunan, dari 5,64 di 2024 menjadi 4,67, tetapi dari sisi lain kita berada di peringkat nomor 3 dari bawah se-Kalsel,” ucapnya.
Menurutnya, sinergi penanggulangan dan penghapusan kemiskinan di Tabalong perlu keterlibatan semua pihak untuk memastikan data masing-masing desil sesuai kondisi di masyarakat.
“Arahan saya, khususnya para camat, ini data tolong pastikan dengan benar warga yang masuk desil 1, desil 2, desil 3 dan desil 4. Jangan sampai warganya sudah mampu masuk di situ,” ujarnya.
Ia meminta, seluruh jajaran perangkat daerah serta para camat untuk memastikan keakuratan data yang di Silangkarr untuk diverifikasi kembali di masing-masing desa.
“Saya minta, data Silangkarr itu coba diverifikasi bawa ke desa masing-masing, coba dicek kembali,” minta Bupati H Fani sapaan akrabnya.
Kalimantanlive.com/ A Hidayat







