TEHERAN, KALIMANTANLIVE.COM – Iran resmi menunjuk Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi baru Republik Islam Iran, menggantikan ayahnya Ali Khamenei. Penunjukan tersebut diumumkan pada Senin (9/3/2026) waktu Teheran.
Keputusan itu diambil melalui pemungutan suara oleh Assembly of Experts, lembaga yang terdiri dari 88 ulama senior dan memiliki kewenangan konstitusional untuk memilih pemimpin tertinggi ketika posisi tersebut kosong.
# Baca Juga :Konflik AS–Israel vs Iran Meledak, Dampaknya Menjalar ke 12 Negara Timur Tengah
# Baca Juga :Madrid Tegas Menolak Tekanan Trump, Spanyol Tolak Pangkalan Militernya Digunakan untuk Serang Iran
# Baca Juga :Rudal Iran Hujani dan Hancurkan Kota Tel Aviv, Ledakan Mengguncang Pusat Kota Israel
# Baca Juga :UPDATE PERANG TIMUR TENGAH Usai 4 Rudal Balistik Iran Hantam Kapal Induk AS USS Abraham Lincoln
Dalam pernyataan resmi yang dirilis tepat setelah tengah malam di Tehran, majelis tersebut menegaskan bahwa Mojtaba Khamenei dipilih sebagai pemimpin ketiga dalam sejarah Republik Islam Iran.
“Dengan suara yang menentukan, Majelis Ahli menunjuk Ayatollah Seyyed Mojtaba Hosseini Khamenei sebagai Pemimpin ketiga sistem suci Republik Islam Iran,” bunyi pernyataan majelis yang dikutip dari Agence France-Presse.
Jabatan Pemimpin Tertinggi memberikan kewenangan tertinggi dalam sistem politik Iran, termasuk pengaruh besar terhadap kebijakan militer, politik, dan keagamaan negara.
Sosok Mojtaba Khamenei
Mojtaba Khamenei dikenal sebagai ulama tingkat menengah yang selama ini memiliki pengaruh kuat di lingkaran kekuasaan Iran. Ia juga disebut memiliki jaringan kuat di kalangan aparat keamanan serta berbagai jaringan ekonomi yang berkembang selama kepemimpinan ayahnya.
Menjelang pemilihan, Mojtaba sudah lama dipandang sebagai kandidat terkuat untuk menggantikan Ali Khamenei.
Majelis Ahli dalam pernyataannya juga menegaskan bahwa Iran tidak ragu dalam menentukan pemimpin baru meskipun negara tersebut tengah menghadapi tekanan geopolitik dan konflik regional.
Komentar Donald Trump
Sebelum pengumuman resmi dibuat, Presiden Amerika Serikat Donald Trump sempat mengkritik sosok Mojtaba Khamenei.
Dalam wawancara dengan ABC News, Trump menyebut Mojtaba sebagai figur yang tidak memiliki bobot politik.
Ia juga menyatakan bahwa Amerika Serikat seharusnya memiliki pengaruh terhadap proses penunjukan pemimpin baru Iran.
“Jika dia tidak mendapatkan persetujuan dari kami, dia tidak akan bertahan lama,” ujar Trump.
Mojtaba Selamat dari Serangan
Beberapa hari sebelum pengumuman tersebut, Mojtaba dilaporkan selamat dari serangan udara yang disebut melibatkan Amerika Serikat dan Israel.
Informasi ini disampaikan oleh dua sumber Iran kepada Reuters. Menurut sumber tersebut, Mojtaba tidak berada di Teheran saat serangan terjadi.
“Dia masih hidup. Dia tidak berada di Teheran ketika Pemimpin Tertinggi terbunuh,” kata salah satu sumber tersebut.







