Strategi militer ini dirancang oleh Ali Larijani, Ketua Dewan Keamanan Iran, dengan mengombinasikan prinsip Realisme dan Game Theory untuk menempatkan Amerika Serikat dalam posisi sulit, sambil memanfaatkan logika kesyahidan dari personel Iran.
Thaufan menutup dengan menekankan bahwa keberhasilan Iran merupakan perpaduan unik antara teologi syahadah, kecanggihan teknologi, dan perhitungan strategis. Selama AS mengandalkan kekuatan fisik dan modal saja, upaya agresinya diprediksi akan berakhir pada kegagalan strategis.
Sumber: Fajarharapan.id







