JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Memanasnya konflik di kawasan Timur Tengah membuat Indonesia meningkatkan kewaspadaan pertahanan. Panglima TNI Agus Subiyanto mengeluarkan perintah siaga tingkat 1 kepada seluruh jajaran Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk mengantisipasi dampak situasi global terhadap keamanan dalam negeri.
Perintah tersebut dituangkan dalam Telegram Panglima TNI Nomor TR/283/2026 yang ditandatangani oleh Asisten Operasi Panglima TNI, Bobby Rinal Makmun pada 1 Maret 2026.
#baca juga:Iran Luncurkan Gelombang Rudal ke Israel Usai Mojtaba Khamenei Resmi Jadi Pemimpin Tertinggi
#baca juga:DUNIA SOROTI LANGKAH RI! Larangan Medsos untuk Anak di Bawah 16 Tahun Dipuji Pemimpin Global
#baca juga:PANAS! AC Milan Tekuk Inter 1-0 di Derby, Klasemen Serie A Makin Membara
Langkah ini diambil sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi perkembangan konflik internasional, khususnya ketegangan antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat yang berpotensi berdampak pada stabilitas global.
7 Instruksi Penting dari Panglima TNI
Dalam telegram tersebut, Panglima TNI memberikan tujuh instruksi utama kepada seluruh jajaran militer:
1. Siaga Personel dan Alutsista
Para Panglima Komando Utama Operasi diminta menyiagakan personel serta alat utama sistem persenjataan (alutsista). Mereka juga diperintahkan meningkatkan patroli di objek vital strategis dan pusat perekonomian seperti bandara, pelabuhan, stasiun kereta api, terminal bus, hingga fasilitas penting seperti kantor listrik negara.
2. Pengawasan Udara 24 Jam
Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas) diperintahkan melakukan deteksi dini dan pemantauan wilayah udara secara terus-menerus selama 24 jam.
3. Pemetaan WNI di Wilayah Konflik
Badan Intelijen Strategis TNI (BAIS) diminta menginstruksikan para atase pertahanan di negara-negara yang terdampak konflik untuk mendata dan memetakan kondisi warga negara Indonesia (WNI), termasuk menyiapkan rencana evakuasi jika situasi memburuk.
Langkah ini dilakukan dengan koordinasi bersama Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia dan perwakilan diplomatik Indonesia di negara terkait.
4. Pengamanan Kedutaan di Jakarta
Kodam Jaya diperintahkan meningkatkan patroli di objek vital strategis serta kawasan kedutaan besar di wilayah DKI Jakarta guna menjaga keamanan tetap kondusif.
5. Deteksi Dini Ancaman Keamanan
Satuan intelijen TNI diminta memperkuat deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan, khususnya di objek vital strategis dan kawasan kedutaan.
6. Kesiapsiagaan Satuan TNI
Seluruh badan pelaksana pusat TNI diwajibkan meningkatkan kesiapsiagaan operasional di masing-masing satuan.









