Harga Minyak Dunia Tembus 100 Dolar AS, Wall Street Bergejolak, Ancaman Stagflasi Menghantui Pasar

Negara G7 siapkan langkah darurat

Untuk merespons krisis energi tersebut, para menteri energi dari negara-negara Group of Seven dijadwalkan menggelar pertemuan virtual guna membahas kemungkinan pelepasan cadangan minyak strategis ke pasar global.

Kelompok G7 terdiri dari Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, Inggris, dan Amerika Serikat yang selama ini menjadi kekuatan ekonomi utama dunia.

Ancaman stagflasi mulai dibicarakan

Sejumlah analis mulai memperingatkan potensi munculnya stagflasi jika lonjakan harga energi berlangsung dalam jangka panjang.

Ekonom sekaligus Presiden Yardeni Research, Ed Yardeni, menyebut pasar saham global bahkan berpotensi memasuki fase bear market apabila investor mulai mengantisipasi skenario stagflasi seperti yang pernah terjadi pada dekade 1970-an.

Menurutnya, jika harga minyak terus melonjak, bank sentral Amerika Serikat Federal Reserve akan menghadapi dilema besar antara menekan inflasi atau menjaga pertumbuhan ekonomi.

Di tengah situasi tersebut, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa kenaikan harga minyak dalam jangka pendek merupakan konsekuensi yang harus diterima untuk menghadapi ancaman nuklir Iran.

Namun jika konflik berkepanjangan dan pasokan minyak global terganggu secara signifikan, analis memperingatkan tekanan terhadap pasar saham dunia bisa semakin dalam.

(kalimantanlive.com/berbagai sumber)

editor : TRI