MOSKOW, Kalimantanlive.com – Sebuah kamp militer Angkatan Bersenjata Jerman (Bundeswehr) di Pangkalan Udara Multinasional Al-Azraq, Yordania, dilaporkan menjadi sasaran serangan rudal balistik yang diluncurkan Iran, demikian laporan majalah Der Spiegel, Senin (9/3), mengutip sejumlah sumber.
Serangan tersebut terjadi pada 1 Maret dan dilaporkan sebagai respons Iran terhadap serangan sebelumnya oleh Amerika Serikat (AS) dan Israel. Target serangan termasuk fasilitas militer di Irak dan Yordania yang menampung personel Bundeswehr.
BACA JUGA: Rudal Iran Hujani dan Hancurkan Kota Tel Aviv, Ledakan Mengguncang Pusat Kota Israel
Bagian pangkalan udara yang dihuni pasukan Jerman, serta fasilitas Angkatan Udara AS, terkena serangan rudal tersebut. Rudal menghantam sebuah bangunan yang ditempati pasukan Jerman di lokasi itu.
Meski serangan mengenai bangunan, seluruh personel Jerman dilaporkan selamat karena berada di tempat perlindungan saat rudal mendarat, sehingga tidak ada korban jiwa.
Serangan ini merupakan kelanjutan dari ketegangan regional, setelah pada 28 Februari, AS dan Israel melancarkan serangan udara terhadap beberapa target di Iran, termasuk di Teheran, yang menimbulkan kerusakan serta korban sipil.
Iran kemudian menanggapi serangan tersebut dengan meluncurkan rudal balistik ke wilayah Israel serta fasilitas militer AS di Timur Tengah, menyatakan tindakan itu sebagai bentuk pertahanan diri.
AS dan Israel sebelumnya menyebut serangan mereka sebagai langkah “pencegahan” terhadap ancaman dari program nuklir Iran, namun kemudian menegaskan bahwa tujuan mereka juga untuk mendorong perubahan kekuasaan di Iran.
Dalam peristiwa ini, Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei dilaporkan gugur pada hari pertama operasi militer balasan. Pemerintah Iran kemudian mengumumkan masa berkabung selama 40 hari.









