Trump Isyaratkan Perang Timur Tengah Segera Berakhir, Munculnya Mojtaba Khamenei Picu Ketegangan Baru

Dalam pernyataan resminya, Dewan Pertahanan Iran menegaskan komitmen penuh kepada kepemimpinan baru tersebut.

“Kami akan mematuhi panglima tertinggi hingga tetes darah terakhir,” demikian isi pernyataan tersebut.

Di sejumlah kota besar Iran seperti Tehran dan Isfahan, ribuan warga dilaporkan turun ke jalan membawa bendera nasional serta foto Ali dan Mojtaba Khamenei sebagai bentuk dukungan terhadap pemerintahan baru.

Militer Iran juga menyatakan akan meningkatkan serangan rudal sebagai bentuk balasan atas operasi militer yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel.

Selat Hormuz terganggu, pasar energi global terguncang

Perang di kawasan tersebut berdampak langsung pada distribusi energi dunia. Penutupan jalur di Selat Hormuz membuat kapal tanker tidak dapat beroperasi selama lebih dari sepekan.

Sejumlah produsen energi bahkan terpaksa menghentikan produksi sementara karena fasilitas penyimpanan telah penuh akibat terganggunya jalur ekspor.

Harga minyak mentah Brent sempat melonjak hingga 29 persen dalam satu sesi perdagangan sebelum akhirnya ditutup naik sekitar 7 persen—level tertinggi sejak 2022.

Lonjakan harga energi ini menjadi perhatian serius pemerintah Amerika Serikat, terutama menjelang pemilihan paruh waktu pada November mendatang.

Sebuah survei Reuters/Ipsos menunjukkan sekitar 67 persen warga Amerika memperkirakan harga bahan bakar akan meningkat dalam beberapa bulan ke depan, sementara hanya 29 persen responden yang menyatakan mendukung konflik tersebut.

(kalimantanlive.com/berbagai sumber)

editor : TRI