Trump Isyaratkan Perang Timur Tengah Segera Berakhir, Munculnya Mojtaba Khamenei Picu Ketegangan Baru

KALIMANTANLIVE.COM – Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan sinyal bahwa konflik besar di Timur Tengah berpotensi berakhir lebih cepat dari perkiraan. Pernyataan tersebut muncul di tengah perubahan besar dalam kepemimpinan Iran setelah munculnya pemimpin baru yang dikenal keras, Mojtaba Khamenei.

Situasi geopolitik kawasan memanas setelah ayah Mojtaba, Ali Khamenei, dilaporkan tewas dalam serangan Israel pada hari pertama pecahnya konflik. Sejak saat itu, elite politik Iran langsung bergerak cepat mengonsolidasikan kekuasaan dengan memberikan dukungan penuh kepada Mojtaba sebagai pemimpin tertinggi baru.

#baca juga:Harga Minyak Dunia Tembus 100 Dolar AS, Wall Street Bergejolak, Ancaman Stagflasi Menghantui Pasar

#baca juga:JAKARTA HARI INI: Dua Demo Besar Digelar, Waspada Macet Parah di Gambir dan Senayan Mulai Pukul 10.00 WIB

#baca juga:Harga Emas Antam Melejit Rp43.000 Hari Ini, Tembus Rp3,047 Juta per Gram! Cek Daftar Lengkapnya

#baca juga:Harta Kekayaan Bupati Rejang Lebong Muhammad Fikri Thobari yang Terjaring OTT KPK, Intip Profilnya

Dalam pernyataannya kepada anggota parlemen Partai Republik pada Senin (9/3/2026), Trump menyebut perang yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran kemungkinan tidak akan berlangsung lama.

“Ini akan selesai cukup cepat,” ujar Trump.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa operasi militer akan terus berjalan hingga Iran benar-benar dikalahkan secara menyeluruh. Trump juga menilai pihaknya telah memperoleh sejumlah keuntungan strategis dalam konflik tersebut, walaupun kemenangan yang dianggap final belum tercapai.

Namun, Presiden AS itu tidak merinci seperti apa ukuran kemenangan yang dimaksud pemerintahannya.

Lonjakan harga minyak jadi sorotan

Selain dampak militer dan politik, konflik di Timur Tengah juga memicu gejolak di pasar energi global. Harga minyak dunia melonjak tajam setelah jalur pengiriman energi terganggu akibat perang.

Pemerintah Amerika Serikat dilaporkan tengah menyiapkan sejumlah langkah darurat untuk meredam lonjakan harga minyak, termasuk kemungkinan melonggarkan sanksi energi terhadap Rusia serta melepaskan cadangan minyak strategis ke pasar global.

Langkah tersebut dipertimbangkan sebagai upaya menstabilkan pasar energi setelah lebih dari sepekan serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.

Trump bahkan menyatakan bahwa pemerintahannya siap mencabut sementara beberapa sanksi terhadap negara tertentu agar jalur perdagangan energi kembali normal.

“Kami memiliki sanksi terhadap beberapa negara. Kami akan mencabut sanksi itu sampai jalur kembali terbuka,” kata Trump kepada wartawan di Florida.

Salah satu jalur yang menjadi perhatian utama adalah Strait of Hormuz, yang merupakan rute vital bagi sekitar seperlima perdagangan minyak dan gas alam cair dunia.

Dukungan elite Iran ke Mojtaba Khamenei

Di Iran, berbagai lembaga negara dan elite politik langsung menyatakan kesetiaan kepada Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi baru negara tersebut.

Ulama Syiah berusia 56 tahun itu dikenal memiliki dukungan kuat dari aparat keamanan serta jaringan ekonomi yang terkait dengan Islamic Revolutionary Guard Corps.

Media pemerintah Iran juga melaporkan bahwa keluarga dekat Mojtaba, termasuk istri, anak, serta ibunya, turut menjadi korban dalam serangan udara besar-besaran Amerika Serikat dan Israel pada akhir Februari lalu.