CHINA, Kalimantanlive.com – WeRide dan Geely mengumumkan rencana peluncuran 2.000 unit robotaxi GXR berbasis minivan Farizon SV sepanjang tahun 2026. Robotaxi ini dilengkapi lebih dari 20 sensor dan chip dengan kemampuan pemrosesan hingga 2.000 TOPS.
Laman Carnewschina melaporkan, Senin (9/3) waktu setempat, bahwa WeRide dan Farizon menandatangani perjanjian kerja sama strategis yang diperluas untuk mengoperasikan armada robotaxi global yang diperkirakan akan melebihi 2.600 unit pada 2026. Tujuan jangka panjang mereka adalah membangun puluhan ribu unit robotaxi pada 2030.
BACA JUGA: Geely Auto Indonesia Kirim 1.000 Unit EX2, Total Distribusi Capai 5.000 Unit
WeRide GXR merupakan generasi terbaru robotaxi produksi massal yang menekankan kenyamanan penumpang. Kendaraan ini memiliki desain tanpa kursi penumpang depan, panjang 5.018 mm, tinggi kabin 1.340 mm, dan jarak sumbu roda 3.100 mm untuk ruang interior maksimal.
Pada 8 Maret, WeRide memperkenalkan varian terbaru GXR yang menggunakan sistem mengemudi otonom Gen8. Robotaxi ini dilengkapi LiDAR seribu garis yang meningkatkan resolusi titik awan hingga 17 kali lipat.
Jangkauan deteksi robotaxi GXR mencapai 600 meter, dua hingga tiga kali lipat lebih jauh dibanding teknologi otonom lain. WeRide menyebut jangkauan ini memungkinkan waktu reaksi 70 persen lebih cepat, sehingga hambatan kecil pun dapat terdeteksi lebih awal.
Robotaxi GXR menggunakan sasis drive-by-wire yang mempercepat waktu perakitan dari satu jam menjadi kurang dari 10 menit. Biaya produksi kendaraan diperkirakan berkurang sekitar 15 persen, menjadi salah satu keunggulan Farizon SV.
Desain kabin menekankan kenyamanan penumpang: baris kedua menampilkan dua kursi kapten dengan ruang kaki lebih dari 0,5 meter, sedangkan baris ketiga memiliki ruang lebih dari 0,4 meter. Pintu geser lebar 1.831 mm memudahkan akses penumpang.
WeRide didirikan pada 2017 oleh Tony Han, mantan karyawan unit mengemudi otonom Baidu. Perusahaan ini telah bekerja sama dengan berbagai produsen mobil, termasuk Yutong Group dan Geely, serta menguji kendaraan otonomnya di 11 negara.









