KALIMANTANLIVE.COM – Laga panas babak 16 besar Liga Champions UEFA antara Atletico Madrid dan Tottenham Hotspur menyisakan sorotan besar setelah kiper Spurs, Antonin Kinsky, ditarik keluar hanya 17 menit sejak pertandingan dimulai.
Pertandingan leg pertama yang berlangsung di Wanda Metropolitano pada Selasa (10/3/2026) atau Rabu (11/3/2026) dini hari WIB itu berakhir dengan kemenangan telak Atletico Madrid 5-2.
# Baca Juga :JADWAL LIGA CHAMPIONS: Big Match 16 Besar! Galatasaray Tantang Liverpool, Newcastle Hadapi Barcelona Dini Hari Ini
# Baca Juga :Daftar 16 Besar Liga Champions 2025/26 Lengkap, Undian Digelar Jumat
# Baca Juga :Juventus Putuskan Nasib Luciano Spalletti Usai Tersingkir dari Liga Champions, Tetap Dipertahankan, atau?
# Baca Juga :PSG Lolos Dramatis, Atalanta Bangkit Heroik – Hasil Lengkap Play-off Liga Champions 2025-2026
Awal laga menjadi mimpi buruk bagi Tottenham setelah beberapa kesalahan dari Kinsky berujung pada gol cepat tuan rumah. Kesalahan operan sang kiper berkontribusi pada tiga gol awal Atletico yang dicetak oleh Marcos Llorente, Antoine Griezmann, dan Julian Alvarez dalam kurun 15 menit pertama pertandingan.
Situasi tersebut membuat pelatih Spurs, Igor Tudor, mengambil keputusan mengejutkan dengan mengganti Kinsky dan memasukkan Guglielmo Vicario ketika pertandingan baru berjalan 17 menit.
Namun pergantian tersebut tidak banyak mengubah jalannya laga. Atletico Madrid tetap tampil dominan dan kembali menambah dua gol melalui Robin Le Normand pada menit ke-22 serta gol kedua Julian Alvarez pada menit ke-55.
Tottenham sendiri hanya mampu membalas dua gol lewat Pedro Porro pada menit ke-26 dan Dominic Solanke pada menit ke-76.
Schmeichel dan De Gea Soroti Nasib Kinsky
Keputusan cepat Tudor tersebut menuai perhatian dari dua mantan kiper legendaris Manchester United, yakni Peter Schmeichel dan David De Gea.
Schmeichel menilai keputusan menarik Kinsky terlalu cepat dapat berdampak buruk bagi kepercayaan diri sang pemain.
Menurutnya, momen tersebut bisa terus melekat dalam ingatan publik sepak bola.
“Ketika namanya disebut di masa depan, seluruh dunia sepak bola akan mengingat momen ini. Dia seharusnya didukung setidaknya sampai babak pertama,” ujar Schmeichel.
Sementara itu, De Gea turut memberikan dukungan moral kepada Kinsky. Ia menegaskan bahwa posisi penjaga gawang merupakan salah satu posisi paling berat dalam sepak bola.
“Tidak ada yang benar-benar memahami betapa sulitnya menjadi penjaga gawang. Tetap tegakkan kepala dan kamu akan bangkit lagi,” tulis De Gea melalui akun media sosialnya.










