KALIMANTANLIVE.COM – Ketegangan geopolitik mulai berdampak pada dunia sepak bola internasional. Federasi Sepak Bola Iran memberi sinyal kuat bahwa tim nasional mereka berpotensi tidak tampil di ajang FIFA World Cup 2026 meskipun telah memastikan tiket ke putaran final.
Presiden Federasi Sepak Bola Iran, Mehdi Taj, menyampaikan pernyataan bernada kritik terkait kondisi penyelenggaraan turnamen tersebut. Dalam wawancara dengan televisi nasional Iran, ia menilai situasi saat ini tidak ideal bagi tim nasional untuk berpartisipasi.
# Baca Juga :Jadwal Liga Champions Makin Panas! PSG vs Chelsea dan Real Madrid vs Man City Siap Tempur
# Baca Juga :GILA! 12 HP Rp5 Jutaan Ini Siap Meledak Jelang Lebaran 2026, Spek Gahar Bikin Mau Ganti Smartphone
# Baca Juga :Perampokan Brutal di SPBU Bekasi! 5 Pegawai Disekap, Brankas Dibobol Uang Rp130 Juta Dibawa Kabur
# Baca Juga :JELANG LEBARAN! Polisi Siaga Usut Dugaan Pemalakan THR oleh Ormas ke Pengusaha
“Jika Piala Dunia berlangsung dalam kondisi seperti ini, siapa yang waras akan mengirim tim nasionalnya ke tempat seperti itu?” ujar Taj.
Pernyataan tersebut muncul di tengah memanasnya konflik antara Iran dan Amerika Serikat. Situasi semakin memicu ketegangan setelah pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, dilaporkan gugur dalam konflik yang terjadi.
Padahal sebelum konflik memanas, tim nasional Iran—yang dikenal dengan julukan Team Melli—sudah memastikan diri lolos ke putaran final Piala Dunia 2026. Dalam hasil undian, Iran tergabung di Grup G bersama Belgia, Mesir, dan Selandia Baru.
Ketidakpastian ini membuat peluang tampilnya para pemain Iran, termasuk penyerang andalan Mehdi Taremi, menjadi bahan perdebatan di internal pemerintah dan federasi olahraga negara tersebut.
Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sempat memberikan tanggapan terkait kemungkinan Iran mundur dari turnamen sepak bola terbesar di dunia itu. Ia menyatakan tidak mempermasalahkan jika Iran memutuskan tidak ikut serta.







