PARINGIN, Kalimantanlive.com – Kabupaten Balangan mengalami peningkatan kasus penyakit campak sejak awal tahun 2026. Kondisi ini menjadi perhatian karena sebagian besar penderita diketahui belum pernah mendapatkan imunisasi campak.
Campak merupakan penyakit infeksi saluran pernapasan yang ditandai dengan gejala demam, sakit tenggorokan, hingga munculnya ruam pada seluruh tubuh. Penyakit ini mudah menular melalui percikan air liur dari penderita.
BACA JUGA: BPBD Balangan Prediksi Musim Kemarau Mulai April atau Mei, Antisipasi Karhutla Disiapkan
Saat ini tercatat terdapat 24 orang yang diduga terjangkit campak, dengan 15 di antaranya telah dinyatakan positif. Kasus tersebut tersebar di beberapa kecamatan, yakni Paringin, Paringin Selatan, Batumandi, dan Halong.
Pengelola Program Imunisasi Dinas Kesehatan Balangan, Yuspiteriandi, mengatakan sebagian besar penderita tidak pernah menerima imunisasi campak.
“Dari hasil investigasi kami, ada dua permasalahan. Pertama itu semua kasus yang positif tidak pernah imunisasi campak, baik yang rutin atau booster,” ujarnya.
Ia menjelaskan, peningkatan kasus juga dipengaruhi adanya kejadian serupa di sejumlah kabupaten tetangga seperti Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara, dan Tabalong.
Selain itu, cakupan imunisasi campak dalam beberapa tahun terakhir dinilai menurun akibat pandemi COVID-19 yang sempat menghambat pelayanan kesehatan.
“Rata-rata kasusnya ini kelahiran 2020, 2021, 2022 yang mana itu masa pandemi. Di masa itu pelayanan kita sedikit terkendala. Jadi meledak kasusnya saat ini,” jelasnya.










