Sementara itu, Gedung Putih memberikan klarifikasi mengenai kondisi di lapangan. Pihak pemerintah AS menegaskan bahwa hingga kini belum ada pengawalan militer terhadap tanker minyak yang melintasi Selat Hormuz.
Pernyataan tersebut muncul setelah akun media sosial Menteri Energi AS sempat mengunggah klaim bahwa pengawalan sudah dilakukan. Namun, unggahan tersebut kemudian dihapus.
Ketegangan terbaru ini menambah daftar panjang dinamika geopolitik di kawasan Teluk yang kerap memengaruhi stabilitas energi dan perdagangan global.
(kalimantanlive.com/berbagai sumber)
editor : TRI







