Menurut dia, ahli gizi harus terlibat aktif dalam menentukan standar menu yang akan dihidangkan.
“Dengan begitu tentu makanan yang dihidangkan kepada para siswa benar-benar memenuhi kebutuhan gizi dan aman dikonsumsi,” pungkasnya. (*)
Kalimantanlive.com / pathur
EDITOR : Pathrurachman







