Untuk menjaga stabilitas tersebut, diperlukan langkah-langkah yang terkoordinasi, terukur, serta tepat sasaran guna memastikan ketersediaan pasokan pangan, kelancaran distribusi, dan stabilitas harga di tingkat pasar.
Beberapa langkah yang direncanakan di antaranya melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar dan distributor, pelaksanaan operasi pasar apabila diperlukan, serta memperkuat koordinasi dengan daerah penghasil komoditas pangan.
Selain itu, pemerintah daerah juga akan melakukan pemantauan harga dan ketersediaan stok secara berkala untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi menjelang Idulfitri.
Dalam pertemuan tersebut, peserta juga mendapatkan paparan dari narasumber, di antaranya Perwakilan Bank Indonesia Kantor Perwakilan Provinsi Kalimantan Selatan yang memaparkan outlook inflasi Kota Banjarbaru serta potensi dinamika harga menjelang Idulfitri.
Sementara itu, Perum Bulog Provinsi Kalimantan Selatan turut menyampaikan kondisi stok dan kesiapan distribusi bahan pangan strategis.
HLM TPID ini juga dihadiri berbagai unsur daerah, antara lain perwakilan Kodim 1006 Banjar, Polres Banjarbaru, Badan Pusat Statistik Kota Banjarbaru, serta jajaran Tim Pengendalian Inflasi Daerah Kota Banjarbaru.
Melalui forum ini, berbagai potensi permasalahan yang dapat memicu inflasi dibahas secara komprehensif, mulai dari rantai distribusi, ketersediaan stok pangan hingga strategi pengendalian harga di pasar.
Pemerintah Kota Banjarbaru optimistis dengan sinergi yang kuat, stabilitas harga dan ketersediaan pangan dapat tetap terjaga sehingga masyarakat dapat menyambut Idulfitri dengan lebih tenang.
Sumber: MC Bjb







