Setelah itu, ia melanjutkan studi ke Amerika Serikat dan memperoleh gelar Master of Business Administration (MBA) dari California State University pada 2004.
Perjalanan akademiknya kemudian berlanjut dengan menempuh program doktoral di Universitas Gadjah Mada. Pada 2019, ia berhasil meraih gelar doktor dengan predikat cumlaude.
Karier di Industri Jasa Keuangan
Karier Friderica di sektor keuangan berkembang cukup pesat. Ia pernah menduduki sejumlah posisi strategis di industri pasar modal Indonesia.
Di antaranya:
Sekretaris Perusahaan dan Direktur Pengembangan di Bursa Efek Indonesia (2009–2015)
Direktur Keuangan hingga Direktur Utama di Kustodian Sentral Efek Indonesia (2016–2019)
Direktur Utama di BRI Danareksa Sekuritas (2020–2022)
Setelah itu, ia dipercaya menjadi Anggota Dewan Komisioner OJK yang membidangi Edukasi dan Pelindungan Konsumen sebelum akhirnya dipilih sebagai Ketua OJK periode 2026–2031.
Tantangan Memimpin OJK
Sebagai pimpinan baru OJK, Friderica diharapkan mampu memperkuat stabilitas sektor jasa keuangan sekaligus meningkatkan perlindungan masyarakat sebagai konsumen layanan keuangan.
Selain itu, kepemimpinannya juga akan menghadapi berbagai tantangan baru, seperti pesatnya perkembangan teknologi finansial, aset digital, serta dinamika ekonomi global yang semakin kompleks.
Perjalanan karier Friderica yang tidak biasa—dari dunia hiburan hingga memimpin lembaga pengawas sektor keuangan—menjadi kisah inspiratif tentang transformasi dan dedikasi di dunia profesional.
(kalimantanlive.com/berbagai sumber)
editor : TRI







