PELAIHARI, Kalimantanlive.com – Menjelang perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah, jajaran Polres Tanah Laut menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat “Ketupat Intan 2026” di Lapangan Apel Polres Tanah Laut, Kamis (12/3). Kegiatan ini menjadi langkah awal memastikan kesiapan pengamanan arus mudik dan perayaan Lebaran di wilayah Kabupaten Tanah Laut.
Apel tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Tanah Laut, Ricky Boy Siallagan selaku inspektur apel. Kegiatan ini diikuti unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Wakapolres Kompol Thomas Afrian, para pejabat utama Polres Tanah Laut, serta personel gabungan dari TNI, Dishub, Satpol PP, BPBD, Dinas Kesehatan, Senkom, hingga Pramuka Saka Bhayangkara.
BACA JUGA: Remaja Didorong Jadi Garda Depan Cegah Stunting di Tanah Laut
Dalam kesempatan itu, Kapolres membacakan amanat Kapolri yang menegaskan bahwa apel gelar pasukan merupakan bentuk pengecekan kesiapan personel dan sarana prasarana, sekaligus memperkuat sinergi lintas sektor dalam pelaksanaan Operasi Ketupat 2026.
“Melalui operasi ini diharapkan seluruh rangkaian mudik dan perayaan Idul Fitri dapat berlangsung aman, nyaman, tertib, dan lancar,” demikian isi amanat yang disampaikan.
Disebutkan pula, momentum Idul Fitri merupakan agenda nasional yang tidak hanya memiliki makna religius, tetapi juga berdampak pada meningkatnya aktivitas ekonomi di berbagai daerah.
Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan RI, potensi pergerakan masyarakat pada libur Lebaran 2026 diperkirakan mencapai 143,9 juta orang. Angka ini sedikit menurun sekitar 1,75 persen dibandingkan tahun 2025 yang mencapai 146,4 juta orang.
Meski demikian, aparat tetap diminta mewaspadai kemungkinan lonjakan mobilitas masyarakat, terlebih adanya sejumlah kebijakan pemerintah yang mempermudah masyarakat untuk mudik, seperti diskon tarif tol, potongan harga tiket transportasi umum hingga kebijakan work from anywhere (WFA).
Dalam rangka pengamanan Lebaran, Polri bersama TNI dan stakeholder terkait melaksanakan Operasi Ketupat 2026 selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026 dengan melibatkan sebanyak 161.243 personel gabungan.







