Prabowo Ungkap BBM Bisa Diproduksi dari Jagung dan Tebu, Targetkan Indonesia Mandiri Energi

JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia memiliki peluang besar untuk mengembangkan berbagai sumber energi alternatif di tengah situasi krisis global. Salah satu yang disorot adalah potensi produksi bahan bakar minyak (BBM) dari komoditas pertanian seperti jagung dan tebu.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri acara tasyakuran hari ulang tahun pertama Danantara di Jakarta pada Rabu, 11 Maret 2026.

# Baca Juga :HEBOH! Dari Artis Sinetron ke Ketua OJK 2026–2031, Ini Profil Lengkap Friderica Widyasari Dewi

# Baca Juga :BREAKING NEWS: Puting Beliung Mengamuk di Cirebon! 242 Rumah Rusak, 1.455 Warga Terdampak

# Baca Juga :KPK Panggil Eks Menag Yaqut Sebagai Tersangka Kasus Kuota Haji, Kerugian Negara Capai Rp622 Miliar

# Baca Juga :Rahasia Makeup Emak-Emak! Catat Tips Riasan untuk Kulit Usia 40 Tahun agar Wajah Tetap Segar dan Bersinar

Dalam kesempatan itu, kepala negara menekankan bahwa Indonesia termasuk negara yang beruntung karena memiliki sumber daya alam melimpah yang bisa dimanfaatkan untuk memperkuat ketahanan energi nasional.

Menurutnya, berbagai komoditas lokal dapat menjadi sumber energi alternatif, di antaranya kelapa sawit, singkong, jagung, hingga tebu.

Prabowo menyampaikan bahwa Indonesia memiliki banyak pilihan untuk mengatasi tantangan energi global. Selain produksi biodiesel dari sawit, pemerintah juga melihat peluang besar pengolahan bahan bakar dari tanaman pangan.

Ia menegaskan bahwa bahan bakar bisa dihasilkan dari jagung maupun tebu, yang selama ini dikenal sebagai komoditas pertanian penting di Indonesia.

Di tengah ketidakpastian ekonomi dunia, potensi tersebut diyakini dapat menjadi kekuatan strategis bagi Indonesia untuk menjaga stabilitas energi sekaligus mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar.

Potensi Energi Panas Bumi Sangat Besar

Selain energi berbasis pertanian, Prabowo juga menyoroti besarnya potensi energi panas bumi yang dimiliki Indonesia. Ia menyebut cadangan geothermal Indonesia termasuk yang terbesar di dunia, namun pemanfaatannya hingga kini belum optimal.

Karena itu, pemerintah akan mendorong percepatan pengembangan energi terbarukan agar potensi tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal.

Target PLTS 100 Gigawatt

Tak hanya geothermal, pemerintah juga menggenjot pengembangan energi surya. Prabowo menargetkan pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dengan kapasitas hingga 100 gigawatt dalam waktu secepat mungkin.

Langkah tersebut merupakan bagian dari strategi besar pemerintah untuk memperkuat kemandirian energi nasional sekaligus mendorong transisi menuju energi bersih.