KALIMANTANLIVE.COM – Umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadan. Pada malam-malam inilah terdapat Lailatul Qadar, malam yang sangat mulia dan disebut lebih baik dari seribu bulan.
Anjuran untuk mencari Lailatul Qadar ini didasarkan pada sejumlah hadits shahih yang diriwayatkan para sahabat Nabi Muhammad SAW. Salah satunya berasal dari Aisyah RA yang menjelaskan kebiasaan Rasulullah SAW ketika memasuki sepuluh malam terakhir Ramadan.
# Baca Juga :Jangan Menentukan Sendiri! Begini Cara Mengetahui Malam Lailatul Qadar 2025
# Baca Juga :Wapres RI KH. Ma’ruf Amin Sampaikan Keistimewaan Malam Lailatul Qadar di Banjarbaru
# Baca Juga :BAGINI Cara Shalat Malam Lailatul Qadar: Lengkap dengan Niat, Waktu yang Tepat dan Doa
# Baca Juga :MALAM LAILATUL QADAR, Mengingatkan: Ini Keutamaan dan Amalan Malam Seribu Bulan
Dalam kitab Riyadhus Shalihin karya Imam an-Nawawi disebutkan hadits dari Aisyah RA:
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ يُجَاوِزُ فِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ، وَيَقُولُ: «تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ» مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ
Artinya:
“Rasulullah SAW selalu beriktikaf pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadan dan beliau bersabda, ‘Bersungguh-sungguhlah kalian mencari Lailatul Qadar pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadan’.” (HR Bukhari dan Muslim)
Aisyah RA juga meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW meningkatkan ibadahnya ketika memasuki fase akhir Ramadan.
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ الْأَوَاخِرُ مِنْ رَمَضَانَ، أَحْيَا اللَّيْلَ، وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ، وَجَدَّ وَشَدَّ الْمِعْزَرَ
Artinya:
“Ketika memasuki sepuluh malam terakhir Ramadan, Rasulullah SAW menghidupkan malamnya, membangunkan keluarganya, bersungguh-sungguh dalam beribadah, dan mengencangkan ikatan kainnya.” (Muttafaq ‘alaih)
Lailatul Qadar di Malam Ganjil
Dalam hadits lain yang juga diriwayatkan oleh Aisyah RA, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa Lailatul Qadar lebih berpeluang terjadi pada malam-malam ganjil di sepuluh malam terakhir Ramadan.
تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي الْوَتْرِ مِنَ العَشْرِ الْأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ
Artinya:
“Carilah Lailatul Qadar pada malam-malam ganjil dari sepuluh malam terakhir bulan Ramadan.” (HR Bukhari)
Para ulama menjelaskan, jika Ramadan berjumlah 30 hari maka malam ganjil yang dimaksud adalah malam ke-21, 23, 25, 27, dan 29. Sedangkan jika Ramadan berjumlah 29 hari, maka perhitungan malam ganjil dimulai dari malam ke-20, 22, 24, 26, dan 28.






