BANJARMASIN, Kalimantanlive.com – Kinerja lembaga jasa keuangan di Kalimantan Selatan (Kalsel) pada Januari 2026, dinilai stabil dengan risiko tetap terjaga oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalsel pada Januari 2026.
Perekonomian global masih menunjukkan kinerja yang relatif baik sejalan dengan penguatan kinerja manufaktur global dan tren pemulihan keyakinan konsumen.
Kepala OJK Kalsel, Agus Maiyo menerangkan, kinerja perekonomian Kalsel pada kuartal IV 2025 terpantau tumbuh 5,46 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya (TW III: 5,19 persen yoy) namun sedikit di bawah pertumbuhan nasional yang berada di angka 5,39 persen (yoy).
Baca juga : OJK Kalsel Harapkan TPAKD Mampu Dorong Pembiayaan Sektor Produktif dan Perluas Akses Keuangan Daerah
“Sementara secara c-to-c (cumulative to cumulative), ekonomi Kalsel tumbuh 5,22 persen, berada di atas pertumbuhan ekonomi nasional (5,11 persen). Tiga sektor penopang Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kalsel yaitu Pertambangan dengan porsi 23,20 persen, diikuti oleh sektor Pertanian (12,68 persen) dan Industri Pengolahan (11,37 persen),” ujar Kepala OJK Kalsel, Agus Maiyo, Jumat (13/3/2025) di Banjarmasin.
Untuk perkembangan sektor perbankan, dia menerangkan kinerja intermediasi perbankan di Kalsel masih menunjukkan pertumbuhan positif dengan profil risiko yang terjaga dan likuiditas yang memadai.
Pada Januari 2026, kredit tumbuh 6,71 persen yoy menjadi sebesar Rp 82,29 triliun (Desember 2025: Rp 82,48 triliun) dan kualitas kredit tetap terjaga dengan rasio NPL gross berada di angka 2,63 persen.
Berdasarkan jenis penggunaan, Kredit Investasi mencatatkan pertumbuhan tertinggi yaitu sebesar 28,16 persen, diikuti oleh Kredit Konsumsi tumbuh 6,78 persen, dan Kredit Modal Kerja terkontraksi 8,23 persen.
“Penyaluran Kredit Investasi tertinggi terletak di Kota Banjarmasin yaitu Rp 19,05 triliun,” katanya.







