KALIMANTANLIVE.COM – Gurun Gurun Sahara yang kini dikenal sebagai kawasan paling kering dan panas di dunia ternyata pernah berubah drastis menjadi wilayah hijau yang dipenuhi hujan, danau, serta kehidupan.
Temuan mengejutkan ini terungkap melalui penelitian terbaru yang menganalisis bukti iklim purba dari sebuah gua di wilayah selatan Maroko. Para ilmuwan menemukan jejak kondisi lingkungan masa lalu yang menunjukkan bahwa Sahara pernah mengalami periode basah ribuan tahun lalu.
# Baca Juga :BREAKING NEWS! Menag Tegas Larang ASN Kemenag Pakai Mobil Dinas untuk Mudik Lebaran, Sanksi Menghadang
# Baca Juga :Marc Marquez Buka Suara! Mesin MotoGP Dipangkas Jadi 850 cc Mulai 2027, Ini Alasan yang Bikin Terkejut
# Baca Juga :Laptop Gaming Monster! Lenovo Legion Pro 5i Bikin Gamer dan Kreator Terpukau dengan Layar OLED 240Hz
Penelitian tersebut memperkuat teori lama tentang fase “Green Sahara”, yakni masa ketika wilayah Afrika Utara menerima curah hujan jauh lebih tinggi dibandingkan kondisi ekstrem yang terlihat saat ini.
Bukti Tersimpan di Dalam Gua
Para peneliti meneliti formasi mineral yang terbentuk di dalam gua, khususnya stalagmit, yaitu struktur batuan yang tumbuh dari lantai gua akibat tetesan air yang membawa mineral.
Formasi ini ternyata menyimpan rekaman kimia yang mampu menggambarkan kondisi iklim pada saat terbentuk. Dengan menganalisis sampel stalagmit tersebut, ilmuwan menemukan bahwa sekitar 8.700 hingga 4.300 tahun lalu, Sahara mengalami peningkatan curah hujan yang sangat signifikan.
Kondisi tersebut membuat wilayah yang kini berupa hamparan gurun luas berubah menjadi lanskap yang jauh lebih subur.
Sahara Pernah Dipenuhi Padang Rumput dan Danau
Pada periode tersebut, para peneliti memperkirakan Sahara bukanlah gurun tandus seperti sekarang. Sebaliknya, kawasan ini dipenuhi padang rumput luas, sungai, dan danau yang mampu menopang kehidupan manusia serta berbagai jenis hewan.
Sejumlah temuan arkeologi juga menunjukkan bahwa manusia pernah tinggal di wilayah Sahara pada masa itu. Komunitas penggembala diperkirakan memanfaatkan kondisi alam yang subur untuk bertahan hidup dan mengembangkan aktivitas mereka.
Perubahan Iklim Global Jadi Penyebab
Para ilmuwan menyebut periode tersebut sebagai Green Sahara, fase ketika Afrika Utara mengalami peningkatan curah hujan akibat perubahan pola iklim global dan pergeseran sistem monsun.
Yang membuat penelitian ini sangat penting adalah lokasi penemuannya. Rekaman iklim yang tersimpan di dalam gua relatif terlindungi dari erosi selama ribuan tahun, sehingga memberikan gambaran yang lebih akurat mengenai perubahan lingkungan di masa lalu.







