BANJARMASIN, Kalimantanlive.com – Wali Kota Banjarmasin H. Muhammad Yamin HR mengajak para relawan pemadam kebakaran (Damkar/Balakar) se-Kota Banjarmasin untuk turut serta mengampanyekan gerakan memilah sampah dari sumbernya.
Ajakan ini disampaikan saat acara sahur bersama ratusan relawan yang digelar di halaman Balai Kota Banjarmasin pada Kamis (12/3/2026) dini hari sekitar pukul 03.00 WITA.
BACA JUGA: Ramadan Berbagi Bahagia Bersama BRI, BRI Region 14 Banjarmasin Salurkan Sembako ke Panti Asuhan
Menurut Yamin, perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah seharusnya dimulai dari rumah tangga. “Kalau dari rumah sudah dipisah, pengelolaannya akan lebih mudah dan lingkungan kita lebih bersih,” ujarnya sambil menekankan pentingnya peran relawan dalam menyebarkan pesan positif ini di lingkungan masing-masing.
Acara sahur bersama tersebut juga dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pengurus Balakar, seluruh Damkar se-Kota Banjarmasin, serta sejumlah pejabat Pemkot Banjarmasin. Dalam kesempatan itu, Yamin menegaskan bahwa relawan pemadam kebakaran merupakan kekuatan sosial yang sangat berharga bagi kota.
“Relawan Damkar adalah garda terdepan saat musibah terjadi. Mereka hadir tanpa menunggu perintah, bahkan sering kali mempertaruhkan keselamatan diri demi menyelamatkan orang lain,” kata Yamin. Ia menambahkan, keberanian para relawan yang meninggalkan keluarga demi membantu warga harus dihargai dan dilindungi.
Pemerintah kota kini mendorong semua relawan agar terdata secara resmi melalui sistem E-Damkar Banjarmasin. Pendataan ini menjadi langkah penting agar para relawan memperoleh perlindungan yang layak, termasuk jaminan keselamatan kerja.
“Kalau masih ada relawan yang belum terdaftar, segera laporkan diri. Dengan data yang jelas, pemerintah bisa memberikan asuransi dan pembinaan lebih terarah,” tegasnya.
Yamin menilai, keberadaan Balakar di berbagai sudut kota menunjukkan solidaritas masyarakat yang besar. Namun, sistem penanggulangan kebakaran masih menghadapi tantangan dalam koordinasi, peningkatan keterampilan, serta perlindungan bagi relawan.







