BANJARBARU, Kalimantanlive.com – Komite Ekonomi Kreatif (Komite Ekraf) Banjarbaru mengumumkan pelaksanaan Festival Tanglong dan Bagarakan Sahur 2026 yang digelar pada Sabtu (14/3/2026) di Lapangan dr. Murdjani, Banjarbaru. Festival ini tetap menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Ramadan dan akan menghadirkan puluhan peserta dari berbagai kelompok masyarakat.
Koordinator Pelaksana Festival Tanglong dan Bagarakan Sahur, Suroto, menyampaikan bahwa tahun ini terdapat perubahan konsep. Berbeda dengan tahun sebelumnya yang menggelar pawai keliling jalan raya, seluruh rangkaian kegiatan kini dipusatkan di satu lokasi.
BACA JUGA: TPID Banjarbaru Pantau Harga dan Stok Bahan Pokok Jelang Idulfitri 1447 H
“Konsep tahun ini dipusatkan di satu lokasi agar penataan lebih rapi dan masyarakat bisa menikmati seluruh karya dengan lebih nyaman,” ujar Suroto saat rapat teknis bersama peserta, Kamis (12/3/2026).
Pemusatan kegiatan juga bertujuan menghadirkan pengalaman visual yang lebih tertata bagi masyarakat yang datang menyaksikan festival. Dengan demikian, seluruh tanglong dan penampilan Bagarakan Sahur dapat dilihat dengan lebih jelas.
Tercatat 19 kelompok peserta siap beradu kreativitas dalam lomba Bagarakan Sahur, sementara 31 peserta lainnya akan memamerkan karya tanglong terbaik mereka. Antusiasme peserta tahun ini terbilang tinggi.
Panitia telah menyiapkan titik-titik penempatan tanglong di sekitar area Balai Kota Banjarbaru agar semua karya dapat dipajang dengan baik. Sebagian tanglong akan berjajar di lapangan depan Balai Kota, sementara sisanya ditempatkan di sisi sayap kantor wali kota.
Untuk lomba Bagarakan Sahur, semua kelompok diwajibkan membawakan lagu yang sama, yaitu “Siti Fatimah dan Sebelas Bintang,” sesuai arahan Wali Kota Banjarbaru.
Selain itu, seluruh tanglong yang dipamerkan harus mengusung tema Islami. Peserta tidak diperkenankan membuat tanglong berbentuk raksasa atau menyerupai setan, sehingga festival tetap menjaga nuansa religius.










