BANJARMASIN, Kalimantanlive.com – Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin menerima program aspirasi pembangunan Local Sustainability Development Project (LSDP) senilai Rp 150 Miliar.
Penyerahan program ini, secara simbolis diserahkan oleh Ketua Komisi II DPR RI, M Rifqinizamy Karsayuda saat menghadiri Safari Ramadan bersama jajaran Pemko Banjarmasin bersama mitra kerja, para penggerak bank sampah, TPS3R dan sejumlah tokoh masyarakat pada Jumat (13/3/2026) di Balai Kota Banjarmasin.
Baca juga : Gerakan Indonesia Asri, Kementerian LH dan Pemko Banjarmasin Korve Pasar Sentra Antasari
LSDP sendiri merupakan program yang didukung pembiayaan dari Bank Dunia dan akan difokuskan pada penguatan sistem pengelolaan sampah terpadu mulai 2026 hingga 2028, termasuk pembangunan TPST, penguatan TPS dan TPS3R, hingga pengembangan nilai ekonomi dari limbah.
“Saya sebagai warga Kota Banjarmasin yang saat ini mendapat amanah sebagai Ketua Komisi II DPR RI hari ini menyerahkan secara simbolik program Local Sustainability Development Project. Program ini akan memperkuat pembangunan TPST, TPS, TPS3R, serta meningkatkan nilai ekonomi dari pengelolaan limbah sampah,” ujar Rifqinizamy.
Dia menilai Banjarmasin memiliki posisi strategis sebagai etalase Kalimantan Selatan (Kalsel), sehingga wajah kota harus mencerminkan kebersihan dan pengelolaan lingkungan yang baik.
“Banjarmasin adalah etalase Banua. Kesan pertama orang luar ketika datang ke Kalsel dilihat dari kota ini. Karena itu kita berharap Banjarmasin yang bersih, indah, dan sejuk bisa benar-benar terwujud melalui penguatan sistem pengelolaan sampah,” katanya lagi.







