Sementara itu, Bagarakan Sahur menampilkan pertunjukan ritme dan harmoni di panggung utama Pasar Ramadhan, Lapangan Murjani. Peserta tampil memukau dengan kostum tradisional serta alat musik kreatif yang memanfaatkan barang bekas, menunjukkan inovasi budaya yang unik.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga mendongkrak ekonomi kreatif lokal. Lapak-lapak UMKM di sekitar Lapangan Murjani ramai dikunjungi warga, membantu menghidupkan usaha kecil di tengah suasana Ramadan.
Festival Tanglong dan Bagarakan Sahur juga mempererat silaturahmi antarwarga Banjarbaru. Malam-malam terakhir Ramadan menjadi lebih meriah, sekaligus mengingatkan masyarakat akan nilai kebersamaan dan kreatifitas lokal yang menjadi ciri khas Kota Idaman.
Sumber: MC Bjb










