Selain itu, Bendung Batumandi yang telah lama tidak berfungsi akibat kerusakan saluran juga menjadi pembahasan dalam pertemuan tersebut. Infrastruktur tersebut direncanakan akan diambil alih oleh pemerintah daerah untuk kemudian direhabilitasi agar dapat kembali dimanfaatkan.
Pembahasan juga mencakup penanganan banjir yang lebih luas di kawasan Banua Anam. Pemkab Balangan mengusulkan sejumlah langkah, di antaranya peningkatan kapasitas Bendung Pitap, normalisasi sungai di wilayah DAS dan Sub DAS Barito, pembangunan embung di Kecamatan Halong, serta kolam retensi di beberapa titik strategis.
BACA JUGA: BPBD Balangan Masuk Lima Besar Indeks Pelayanan Publik Tingkat SKPD 2025
Menanggapi usulan tersebut, pihak BWS Kalimantan III menyatakan siap menurunkan tim survei untuk melakukan kajian teknis di lapangan. Salah satu opsi yang akan dikaji adalah pembangunan drainase di bawah saluran irigasi guna memulihkan aliran air di wilayah Bihara Hilir dan Pulantan.
Rahmi menambahkan beberapa program penanganan yang berkaitan dengan dampak irigasi Pitap dan rehabilitasi Bendung Batumandi diproyeksikan dapat mulai dikerjakan pada tahun anggaran 2026. Sementara proyek jangka panjang seperti pembangunan kolam retensi dan normalisasi sungai skala besar direncanakan mulai 2027.
“Kami berharap sinergi ini dapat memperkuat upaya penanganan banjir di Balangan dan wilayah Banua Anam secara lebih terpadu dan berkelanjutan melalui dukungan anggaran dari pemerintah pusat,” pungkasnya.
Kalimantanlive.com/Kamil










