“Barito Putera ada karena adanya Barito Mania Bersatu. Tanpa dukungan pian-pian semua, tim ini ibarat jasad yang tidak bisa bergerak. Pian-pianlah yang menggerakkan kami untuk terus memberikan kebanggaan bagi Banua,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Hasnuryadi juga mengenang pesan orang tuanya, pendiri Barito Putera Abdussamad Sulaiman HB dan Nurhayati, mengenai tujuan didirikannya klub tersebut, yakni untuk menghadirkan kebahagiaan bagi masyarakat melalui sepak bola.
Menjelang waktu berbuka puasa, tausiah disampaikan oleh Ahmad Mubarak yang menekankan pentingnya menjaga silaturahmi dan kebersamaan di bulan Ramadan.
Acara kemudian ditutup dengan berbuka puasa bersama, salat Magrib berjamaah, serta pemotongan nasi tumpeng sebagai simbol rasa syukur atas Milad ke-24 Barito Mania.
Sumber: Wartawasaka







