JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Kabar penting bagi masyarakat Indonesia. Pemerintah memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi tidak akan naik dalam waktu dekat, meskipun harga minyak mentah dunia sempat melonjak tajam akibat konflik geopolitik di Timur Tengah.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa pemerintah tetap menahan harga BBM subsidi demi menjaga stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat.
# Baca Juga :DRAMA MUDIK! Terjebak Macet 14 Jam di Bayung Lincir, Pemudik Kritis Tanpa Akses Pertolongan
# Baca Juga :RESMI! Timnas Bulgaria Boyong 27 Pemain ke Indonesia, Bintang Leeds United Siap Panaskan FIFA Series 2026
# Baca Juga :WASPADA! IHSG Jelang Lebaran Bergejolak, Analis Bocorkan Saham Potensial untuk Cuan
# Baca Juga :LIBURAN JADI CELAKA! Aktris Korea Uhm Jung Hwa Cedera Saat Surfing di Lombok, Sempat Menangis Kesakitan
“Harga BBM tidak akan dinaikkan,” tegasnya usai menghadiri agenda di Kementerian Koordinator Perekonomian, Senin (16/3/2026).
APBN Jadi Tameng Lonjakan Harga Minyak
Menurut Purbaya, lonjakan harga minyak dunia yang sempat menembus di atas 100 dolar AS per barel—jauh di atas asumsi APBN 2026 sekitar 70 dolar AS—masih dapat diredam oleh kekuatan fiskal pemerintah.
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) akan difungsikan sebagai “shock absorber” untuk menahan dampak kenaikan harga global agar tidak langsung dirasakan masyarakat.
Jika kenaikan harga minyak langsung diteruskan ke harga BBM dalam negeri, hal tersebut berisiko menekan daya beli masyarakat dan memperlambat pertumbuhan ekonomi nasional.
Pemerintah Siap Tahan Tekanan
Purbaya juga memastikan bahwa kondisi fiskal Indonesia masih cukup kuat untuk menghadapi tekanan harga minyak global, meski tidak merinci batas ketahanan tersebut.
Ia menegaskan, pemerintah akan terus berupaya menjaga stabilitas harga energi selama memungkinkan.
Arahan Presiden: Percepat Pasokan dan Hemat Energi
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arahan strategis menyusul gejolak harga minyak dunia.
Instruksi tersebut mencakup percepatan ketersediaan BBM di dalam negeri serta langkah penghematan konsumsi energi.
Kenaikan harga minyak global sendiri dipicu gangguan distribusi di jalur strategis seperti Selat Hormuz, yang terdampak konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel.









