Luna Maya Ungkap Nuansa Berbeda di Film “Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa”

JAKARTA, Kalimantanlive.com – Aktris Luna Maya kembali membintangi film horor legendaris “Suzzanna” melalui karya terbaru berjudul “Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa”, yang menghadirkan nuansa berbeda dibandingkan film-film sebelumnya. Pratayang film ini digelar di Jakarta, Sabtu malam (14/3/2026).

Menurut Luna Maya, film kali ini menunjukkan peningkatan dari sisi kemegahan sinematik dan kekompakan tim produksi. “Di film ini aku benar-benar merasa ini satu tim tuh kayak hidup semuanya. Dan itu buat aku jadi semangat banget ada di lokasi, mengerjakan film ini,” ujarnya saat konferensi pers.

BACA JUGA: Fakta Menarik Film “The Devil Wears Prada 2”, Sekuel yang Dinanti Penggemar

Pengalaman Luna dalam mendalami karakter Suzzanna berkembang karena ia telah memerankan peran tersebut di film sebelumnya dan menonton ulang karya-karya legenda ratu horor Suzzanna Martha Frederika van Osch. Hal ini membantunya memahami karakter lebih mendalam.

Meski demikian, Luna menekankan bahwa karakter Suzzanna di film ini tidak hanya dimirip-miripkan dari penampilan, melainkan fokus pada cerita yang hadir dengan warna baru.

“Bukan waktunya lagi penonton ‘kok enggak mirip?’. Waktunya penonton enjoy dengan filmnya dengan warna baru yang ditampilkan oleh siapapun yang berada di dalamnya,” tuturnya.

Selain penampilan, Luna ingin menonjolkan sisi kemanusiaan Suzzanna. Karakter yang diperankannya di film ini memiliki perasaan dan emosi, sehingga terlihat lebih hidup. “Jadi udah bukan lagi ceritanya ‘ah lebih bagus yang ini mukanya’, tapi ceritanya, esensinya, value dari film ini yang pengen kita hadirkan,” jelas Luna.

Sebelumnya, Luna Maya membawakan karakter Suzzanna melalui film “Suzzanna: Bernapas dalam Kubur” (2018) dan “Suzzanna: Malam Jumat Kliwon” (2023), yang menampilkan Suzzanna sebagai sosok hantu.

Film “Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa” bercerita tentang Suzzanna (Luna Maya) yang dicintai Bisman (Clift Sangra), penguasa desa yang kejam. Karena ambisi kekuasaan, Bisman menyantet ayah Suzzanna hingga tewas.